Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan BUMD Pangan mengintensifkan upaya menjaga stabilitas pangan menjelang libur nasional Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah yang menyasar langsung kawasan permukiman masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau, melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, menyatakan bahwa pasar murah ini diadakan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga komoditas penting. “Sebagai upaya menjaga ketersediaan bahan pokok, Pemprov Riau terus menggencarkan operasi pasar murah untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan tujuan memastikan kelancaran distribusi dan kestabilan harga komoditas penting,” ujar Tetty di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (25/5/2026).
Pada pekan ini, pasar murah dilaksanakan di dua lokasi di Kota Pekanbaru. Hari pertama berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, di halaman Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Selanjutnya, pasar murah akan digelar pada Selasa, 26 Mei 2026, di halaman Kantor Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai.
Tetty menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah pekan ini dipadatkan menjadi dua hari karena bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama Iduladha pada Rabu dan Kamis. Ia memastikan seluruh komoditas yang dijual di pasar murah memiliki harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Beras SPHP kualitas medium dijual dengan harga Rp60.000 per kemasan lima kilogram. Sementara itu, beras premium Anak Daro dan Sokan dijual masing-masing seharga Rp165.000 per kemasan 10 kilogram dan Rp83.000 per kemasan lima kilogram. Selain beras, panitia juga menyediakan Minyakita seharga Rp15.500 per bungkus, gula pasir Rp18.500 per kilogram, tepung terigu Segitiga Biru Rp13.000 per bungkus, dan garam kemasan Rp2.000. Untuk komoditas cabai merah, bawang, kentang, dan telur ayam, harga akan menyesuaikan perkembangan harga di tingkat petani.




















