Headline.co.id, Banda Aceh ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas dukungan dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Kolaborasi pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dinilai penting untuk mengembalikan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, dan memulihkan perekonomian masyarakat.
Mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, M. Nasir menyatakan bahwa sinergi ini tidak hanya berfokus pada rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir lumpur, tetapi juga memastikan pasokan pangan tetap terjaga selama proses pemulihan. “Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar M. Nasir, Senin (6/7/2026).
Menurut M. Nasir, hingga saat ini, program optimalisasi lahan terdampak bencana telah mencapai sekitar 32 persen. Program ini dilaksanakan secara bertahap di 18 kabupaten dan kota di Aceh, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan lahan. Untuk lahan yang mengalami kerusakan ringan, dilakukan optimalisasi dan pemulihan sawah, sementara lahan dengan kerusakan sedang ditangani melalui program rehabilitasi khusus.
Pembangunan Infrastruktur Pertanian
Selain pemulihan lahan sawah, Pemerintah Aceh bersama Kementerian Pertanian juga mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendukung pertanian. Program ini mencakup pembangunan irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) untuk memperlancar produksi dan distribusi hasil pertanian. “Pembangunan infrastruktur ini sangat vital untuk mendukung aktivitas pertanian,” kata M. Nasir.
Gerakan Tanam Padi Perdana
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, Pemerintah Aceh telah melaksanakan Gerakan Tanam Padi Perdana Pascabencana Hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini menandai dimulainya kembali aktivitas pertanian setelah bencana yang merusak puluhan ribu hektare lahan. Dalam kegiatan tersebut, Sekda Aceh didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh T. Robby Irza, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.
Berdasarkan data, luas areal persawahan yang terdampak bencana mencapai 57.364 hektare, sementara lahan perkebunan yang terdampak mencapai 60.438 hektare. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah akibat banjir lumpur. M. Nasir menegaskan bahwa gerakan tanam perdana bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kebangkitan sektor pertanian Aceh setelah bencana.
Di akhir sambutannya, M. Nasir kembali menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, serta seluruh kelompok tani yang bergerak cepat mengolah kembali lahan pascabencana. Ia juga mengajak para petani untuk memanfaatkan musim tanam secara optimal dengan tetap memperhatikan kondisi alam, memperkuat semangat gotong royong, serta mengikuti arahan pemerintah dan pemangku adat agar hasil panen dapat diperoleh secara maksimal.

















