Headline.co.id, Jakarta ~ Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 10 Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah sunnah, salah satunya puasa Dzulhijjah. Puasa sunnah ini dilaksanakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan memiliki keutamaan besar karena termasuk amalan yang paling dicintai Allah SWT. Selain Puasa Dzulhijjah, terdapat pula Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang dilaksanakan menjelang Idul Adha. Pelaksanaan puasa tersebut didasarkan pada hadits Rasulullah SAW dan menjadi amalan yang banyak dikerjakan umat Islam di berbagai daerah.
Bulan Dzulhijjah sendiri termasuk dalam Asyhurul Hurum atau bulan-bulan mulia dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti puasa, sedekah, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga ibadah kurban.
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari di mana suatu amal saleh lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (HR Bukhari).
Tiga Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
Puasa sunnah sebelum Idul Adha terbagi menjadi tiga jenis utama yang dilaksanakan pada awal bulan Dzulhijjah.
1. Puasa Dzulhijjah Tanggal 1–7 Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah dikerjakan pada awal bulan Dzulhijjah, khususnya tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Puasa ini menjadi bagian dari amalan sunnah yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada hari-hari mulia tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijjah).” (HR Bukhari).
Adapun niat Puasa Dzulhijjah adalah:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Pelaksanaan puasanya sama seperti puasa sunnah lainnya, yakni menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
2. Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah. Nama Tarwiyah berasal dari kata tarawwa yang berarti membawa bekal air, merujuk pada tradisi jamaah haji pada masa lalu sebelum menuju Padang Arafah.
Dalam riwayat yang disebutkan Abus Syekh Al-Ishfahani, disebutkan:
“Puasa pada hari Tarwiyah akan menghapuskan dosa selama setahun dan puasa pada hari Arafah akan menghapuskan dosa selama dua tahun.” (HR Al-Dailami).
Niat Puasa Tarwiyah:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Berdasarkan kalender Islam 2026/1447 Hijriah, Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026.
3. Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah
Puasa Arafah menjadi puasa sunnah yang paling utama sebelum Idul Adha. Pada hari tersebut, jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, Puasa Arafah sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar berupa pengampunan dosa.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Niat Puasa Arafah:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Sementara itu, berdasarkan kalender Islam 2026, Puasa Arafah dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Hukum Puasa Arafah bagi Jamaah Haji dan Nonhaji
Hukum Puasa Arafah berbeda antara umat Islam yang tidak berhaji dan jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji.
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, Puasa Arafah berstatus sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.
Namun, bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wuquf di Arafah, mayoritas ulama memandang puasa tersebut makruh apabila dapat melemahkan kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Mazhab Malikiyah memandang sangat dimakruhkan bagi jamaah haji untuk berpuasa Arafah dan lebih dianjurkan berbuka. Sementara Mazhab Hanafiyah menyebut puasa menjadi makruh jika menyebabkan tubuh lemah.
Mazhab Syafi’iyah menjelaskan jamaah haji yang berstatus musafir disunnahkan berbuka, sedangkan Hanabilah memandang kemakruhan berlaku apabila wuquf dilakukan pada siang hari.
Keutamaan Puasa dan Amal di Awal Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Amal ibadah yang dilakukan pada masa tersebut disebut menjadi amal yang paling dicintai Allah SWT.
Selain itu, Puasa Arafah juga diyakini menjadi jalan penggugur dosa setahun yang lalu dan setahun mendatang bagi umat Islam yang menjalankannya.
Keagungan sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga disebut dalam Al-Qur’an melalui firman Allah SWT:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS Al-Fajr: 1-2).
Para mufassir memaknai “malam yang sepuluh” sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang penuh keberkahan dan kemuliaan.
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, takbir, tahmid, sedekah, dan membaca Al-Qur’an selama awal Dzulhijjah sebagai bentuk peningkatan ibadah menjelang Idul Adha.
FAQ Seputar Puasa Sebelum Idul Adha
1. Apa saja puasa sunnah sebelum Idul Adha?
Puasa sunnah sebelum Idul Adha terdiri dari Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah yang dilaksanakan pada awal bulan Dzulhijjah.
2. Kapan jadwal Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah 2026?
Berdasarkan kalender Islam 1447 Hijriah:
- Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026
- Puasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026
3. Apa niat Puasa Arafah?
Niat Puasa Arafah adalah:
“Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
4. Berapa hari puasa Dzulhijjah dianjurkan?
Puasa Dzulhijjah dianjurkan dilaksanakan selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
5. Apa keutamaan Puasa Arafah?
Puasa Arafah memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
6. Apakah jamaah haji boleh Puasa Arafah?
Mayoritas ulama memandang jamaah haji yang sedang wuquf di Arafah lebih dianjurkan tidak berpuasa agar kondisi fisik tetap kuat selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
7. Apa hukum puasa sebelum Idul Adha?
Puasa sebelum Idul Adha hukumnya sunnah, terutama Puasa Arafah yang termasuk sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak berhaji.
8. Apa keutamaan amal di 10 hari pertama Dzulhijjah?
Amal ibadah pada 10 hari pertama Dzulhijjah disebut sebagai amal yang paling dicintai Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa, zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan takbir.
9. Bagaimana tata cara Puasa Dzulhijjah?
Tata cara Puasa Dzulhijjah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
10. Mengapa bulan Dzulhijjah disebut bulan mulia?
Bulan Dzulhijjah termasuk Asyhurul Hurum atau bulan-bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjaga diri dari perbuatan maksiat.





















