Headline.co.id, Jakarta ~ Awal bulan Dzulhijjah menjadi salah satu momen yang dianjurkan umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Berdasarkan keterangan Kementerian Agama, puasa Tarwiyah tahun ini jatuh pada Senin, 25 Mei 2026 dan dapat dikerjakan bersamaan dengan puasa Senin. Selain bacaan niat, umat Islam juga dianjurkan memahami keutamaan dan sunnah-sunnah yang menyertai ibadah tersebut. Niat menjadi bagian penting dalam setiap amal ibadah karena menentukan nilai dan tujuan dari amalan yang dilakukan.
Dalam ajaran Islam, niat merupakan pondasi utama dalam beribadah. NU Online menjelaskan bahwa niat adalah tekad kuat yang hadir bersamaan dengan pelaksanaan suatu amalan. Tanpa niat, ibadah tidak memiliki nilai di sisi Allah SWT.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى
Artinya: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya.”
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah 2026
Bagi umat Islam yang mengikuti pendapat ulama mengenai sunnah melafalkan niat, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah sebagaimana dikutip dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari karya Dr Muh Hambali, MAg:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Sengaja saya berpuasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Karena 8 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan hari Senin, puasa Tarwiyah juga dapat digabungkan dengan puasa sunnah Senin. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ وَصَوْمَ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shouma yaumil itsnaini wa shoumat-tarwiyati sunnatan lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Senin dan Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Meski demikian, para ulama memiliki perbedaan pandangan terkait pelafalan niat. Sebagian ulama menyebut niat cukup di dalam hati tanpa harus diucapkan, sebab Nabi Muhammad SAW tidak pernah secara khusus melafalkannya.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dikenal sebagai salah satu amalan sunnah di awal Dzulhijjah. Dalam sebuah riwayat disebutkan:
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.”
Namun, riwayat tersebut dinilai sebagian ahli hadits memiliki kelemahan karena terdapat perawi yang bermasalah sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum utama.
Meski begitu, terdapat hadits lain yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW menjalankan puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah. Dalam riwayat Ahmad dan Abu Dawud disebutkan:
“Adalah Rasulullah SAW melakukan puasa pada sembilan hari bulan Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan.”
Riwayat tersebut menjadi dasar anjuran memperbanyak ibadah puasa di awal Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah.
Sunnah yang Dianjurkan Saat Puasa Tarwiyah
Selain membaca niat, umat Islam juga dianjurkan menjalankan beberapa sunnah selama berpuasa Tarwiyah.
Salah satunya adalah makan sahur. Rasulullah SAW menyebut sahur sebagai waktu yang penuh keberkahan. Dalam hadits riwayat Bukhari, Zaid bin Tsabit berkata:
“Kami sahur bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu beliau melakukan sholat. Saya bertanya: ‘Berapa jarak antara adzan dan sahur?’ Zaid menjawab: ‘Perkiraan 50 ayat.’”
Selain sahur, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa selama berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzholimi.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Amalan lain yang dianjurkan ialah segera berbuka ketika waktu maghrib tiba. Rasulullah SAW bersabda:
لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ
Artinya: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Setelah berbuka, umat Islam juga dianjurkan membaca doa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشَاءَ الله
Arab Latin: Żahabaẓ-ẓamā’u wabtallatil-‘urūqu wa ṡabatal-ajru insyā’allāh.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.”
Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dapat dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah menjelang Hari Raya Idul Adha. Selain memahami bacaan niat, umat Islam juga dianjurkan menjaga kualitas ibadah dengan memperbanyak doa, amal saleh, dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW selama menjalankan puasa.























