Headline.co.id, Bangunan ~ Pemerintah Kabupaten Temanggung sedang mempersiapkan langkah-langkah penanganan darurat setelah runtuhnya Jembatan Kali Jaran. Jembatan ini menghubungkan Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, meninjau langsung lokasi kejadian pada Minggu, 17 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas pendidikan dan ekonomi warga.
“Ini jembatan desa. Yang mendesak paling penting biar bisa dilewati anak-anak SD, karena bersekolah di lain dusun. Sehingga aktivitas warga tidak terganggu,” ujar Agus. Jembatan Kali Jaran merupakan akses vital bagi masyarakat setempat, khususnya bagi warga yang sehari-hari mengelola perkebunan kopi di wilayah tersebut. Jembatan ini dibangun sejak era 1980-an dan mengalami penurunan fungsi akibat faktor usia bangunan.
Kondisi jembatan diperparah oleh dampak longsor dan gerusan arus sungai yang terjadi sejak Desember tahun lalu, hingga akhirnya menyebabkan kerusakan total. Kepala Desa Plosogaden, Sutarno, menjelaskan bahwa mitigasi dini yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat berhasil mencegah terjadinya korban jiwa saat jembatan runtuh. Menurutnya, warga sebelumnya telah berinisiatif memindahkan kendaraan roda empat ke dusun sebelah serta membatasi muatan kendaraan roda dua sejak tanda-tanda kerusakan mulai terlihat.
“Jembatan ini satu-satunya akses keluar masuk warga Dusun Banjaran. Struktur bangunan lama, tidak ada tulangan besi. Beruntung berkat antisipasi bersama sejak awal, saat ambruk tidak ada korban jiwa,” kata Sutarno.



















