Headline.co.id, Yogyakarta ~ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah masih mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pernyataan ini disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta pada Jumat, 22 Mei 2026. Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa selain mengandalkan belanja negara, pemerintah juga menggerakkan sektor swasta dengan meningkatkan likuiditas perbankan.
Menkeu Purbaya menambahkan bahwa pemerintah mendorong kementerian dan lembaga untuk mempercepat realisasi anggaran sejak awal tahun guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa defisit APBN yang sempat mencapai 0,93 persen terhadap PDB pada Maret 2026, telah membaik menjadi 0,64 persen pada April 2026. Perbaikan ini didorong oleh reformasi perpajakan dan peningkatan penerimaan negara.
“Primary surplus juga sudah kembali positif. Artinya fiskal kita kembali berada pada jalur yang berkelanjutan,” ujar Menkeu Purbaya. Selain itu, ia juga menanggapi persepsi masyarakat yang merasa kondisi ekonomi lebih sulit dibandingkan data resmi pemerintah. Menurutnya, perbedaan ini dipengaruhi oleh narasi media sosial yang disebutnya sebagai “ekonomi TikTok”.
Meskipun demikian, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa evaluasi serius terhadap kondisi ekonomi tetap dilakukan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, penjualan mobil pada April 2026 meningkat 55 persen, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 28 persen. Selain itu, konsumsi listrik dan distribusi bahan bakar minyak juga menunjukkan tren pertumbuhan positif, mencerminkan daya beli masyarakat yang masih cukup kuat.
Menkeu Purbaya juga membantah anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini hanya ditopang oleh belanja pemerintah. Ia menegaskan bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi tetap dominan dibandingkan belanja negara.



















