Headline.co.id, Sleman ~ Seorang pria lanjut usia berinisial P (63), warga Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon mahoni pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga saat hendak mengecek kebun di wilayah tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian dan tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban mengalami depresi akibat sakit yang telah lama dideritanya.
Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., kepada Headline.co.id. Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika saksi berinisial S (50), warga Jitengan, hendak menuju kebun dan melihat korban sudah dalam keadaan menggantung di pohon mahoni menggunakan tali plastik berwarna biru.
“Setelah melihat kejadian tersebut, saksi langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar,” ujar IPTU Argo Anggoro.
Teriakan saksi kemudian mengundang perhatian warga sekitar. Saksi lainnya, yakni AAF (21) yang merupakan cucu korban, bersama sejumlah warga segera mendatangi lokasi dan menurunkan korban dari pohon. Korban selanjutnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setibanya di rumah sakit, dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas medis tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dokter jaga menyatakan korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh perangkat desa atau dukuh berinisial T kepada Polsek Gamping sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Dalam penanganan kasus itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa seutas tali plastik warna biru yang digunakan korban serta sepasang sandal hitam milik korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan hasil pemeriksaan awal, korban diduga mengalami depresi akibat penyakit yang telah lama dideritanya. Keluarga korban juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak autopsi, dan tidak akan menuntut secara hukum,” kata IPTU Argo.
Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya terhadap warga yang mengalami tekanan mental atau depresi. Kepolisian meminta masyarakat tidak mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup ketika menghadapi persoalan hidup.
“Kami mengimbau masyarakat agar peduli terhadap lingkungan sekitar, memperkuat iman, dan segera mencari bantuan profesional apabila menemukan warga yang mengalami depresi atau memiliki kecenderungan mengakhiri hidup,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat kepolisian melalui layanan Call Center 110 apabila mengetahui adanya warga yang membutuhkan bantuan atau pengawasan terkait kondisi psikologisnya.
Kepolisian berharap keterlibatan keluarga, lingkungan, serta akses terhadap bantuan profesional dapat menjadi langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat.






















