Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia menangguhkan 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) per 12 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, pada Rabu, 13 Mei 2026. Qodari menegaskan bahwa pengawasan dan akuntabilitas terhadap SPPG terus diperkuat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah melakukan inspeksi secara berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2026, call center SAGI 127 menerima 3.615 pengaduan terkait program ini. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola program MBG secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik, mengingat program ini didanai oleh anggaran negara. Qodari juga menyebutkan bahwa perbaikan tata kelola MBG telah memberikan dampak positif yang dirasakan masyarakat, termasuk pertumbuhan ekonomi dan dukungan dari mayoritas rumah tangga terhadap program peningkatan gizi nasional ini.
Selain itu, terdapat perbaikan kualitas menu dan cita rasa secara berkala. Selama periode Januari hingga Oktober 2025, 85,6 persen pemasok MBG melaporkan peningkatan nilai penjualan. Mayoritas rumah tangga penerima MBG menyatakan setuju dengan manfaat program ini, dengan tingkat persetujuan yang meningkat dari Juli hingga November 2025 pada semua aspek yang disurvei. Program MBG juga membantu meringankan pengeluaran sehari-hari, dengan persentase penerima manfaat yang meningkat dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.






















