Headline.co.id, Sabang ~ Dalam rangka memperingati Indonesia Coral Day, Kota Sabang, Aceh, menjadi tuan rumah acara yang menegaskan komitmen pelestarian lingkungan, khususnya terumbu karang. Acara ini berlangsung di Hawk’s Nest Resort, Gampong Krueng Raya, pada Senin (11/5/2026), dan dihadiri oleh berbagai pihak termasuk pemerintah, Forkopimda, komunitas lingkungan, dan masyarakat setempat.
Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan laut Sabang. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Sabang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan Indonesia Coral Day ini. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa kekayaan laut dan terumbu karang Sabang harus kita jaga bersama demi keberlangsungan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.
Suradji menekankan bahwa Sabang memiliki potensi wisata bahari yang besar dengan kawasan taman laut dan keanekaragaman biota yang menarik wisatawan. Oleh karena itu, pelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan komunitas pemerhati lingkungan. “Kita berharap tidak ada lagi aktivitas yang merusak lingkungan laut seperti pemboman ikan maupun perusakan terumbu karang. Alam Sabang ini adalah aset utama daerah, terutama untuk pengembangan sektor pariwisata dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat,” tambahnya.
Ketua DPW LPLHI-KLHI Aceh, Nasri Saputra, menyatakan bahwa Indonesia Coral Day yang diperingati setiap 8 Mei bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian terumbu karang dan lingkungan hidup. “Momentum Indonesia Coral Day ini kami harapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan. Karena dengan menjaga lingkungan, kita turut menjaga keberlangsungan kehidupan itu sendiri,” kata Nasri.
Ketua DPW LPLHI-KLHI Sabang, Syukri, menambahkan bahwa Pulau Klah memiliki potensi wisata bawah laut yang besar dan memerlukan dukungan pengelolaan serta fasilitas yang memadai. “Pulau Klah memiliki surga bawah laut yang luar biasa, dengan ratusan jenis ikan dan kawasan nemo yang menjadi daya tarik tersendiri. Kami berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru di Sabang, sekaligus tetap terjaga kelestarian alamnya,” ujarnya.
Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia–Kawasan Laut, Hutan, dan Industri ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, TNI/Polri, organisasi perempuan, pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, komunitas penyelam, hingga nelayan. Selain penandatanganan komitmen bersama, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi pembersihan bawah laut di sekitar Pulau Klah sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian ekosistem laut dan terumbu karang di Kota Sabang.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmen untuk terus mendukung pelestarian kawasan pesisir, laut, dan terumbu karang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus pengembangan pariwisata daerah.





















