Headline.co.id, Gubernur Gorontalo ~ Gusnar Ismail, menetapkan target penurunan angka stunting di provinsi tersebut menjadi 20 persen pada tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Rakorda Bangga Kencana) yang berlangsung di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Gorontalo pada Senin, 4 Mei 2026.
Gubernur menyatakan bahwa meskipun prevalensi stunting di Gorontalo telah turun dari 26,9 persen pada tahun 2023 menjadi 23,8 persen pada tahun 2024, angka tersebut masih memerlukan perhatian serius. “Stunting ini kita di Gorontalo masih termasuk yang cukup tinggi. Walaupun saya akui kita semua sudah bekerja keras, saya minta untuk tahun 2025 ini angka ini bisa menyentuh angka 20 persen,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang dianggap memiliki peran strategis dalam penanganan stunting. Menurutnya, PLKB dapat berfungsi seperti penyuluh pertanian dan penggerak koperasi pada era Orde Baru yang berhasil membawa Indonesia menuju swasembada beras.
Gubernur juga menyoroti pentingnya data kemiskinan desil satu hingga lima untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran. “Maksud saya menyampaikan kemiskinan ini agar supaya kita pegang data ini dan bentuk intervensinya juga tepat. Bapak dan Ibu PLKB adalah pihak yang paling tahu siapa dan di mana warga yang membutuhkan bantuan tersebut,” tuturnya.
Selain masalah kesehatan, Gubernur menyoroti tingginya angka putus sekolah di Gorontalo yang mencapai sekitar 25 ribu orang. Ia merencanakan kolaborasi lintas sektor agar petugas lapangan dan tenaga pendidik lebih aktif dalam mengajak anak-anak kembali bersekolah. “Saya sangat bergembira sekali kalau PLKB ini bisa berperan di sini menemukan anak-anak itu. Nanti dilaporkan kepada Kepala BKKBN,” katanya.
Rakorda tersebut juga dihadiri secara daring oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga, Nopian Andusti, serta dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Effendi Korompot, Ketua Fraksi Golkar DPRD Ghalieb Lahidjun, Plt. Kakanwil Kemenag Kaswad Sartono, dan sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.






















