Headline.co.id, Gubernur Gorontalo ~ Gusnar Ismail, menginstruksikan seluruh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk berperan aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang dimulai pada Mei 2026. Instruksi ini disampaikan saat Gubernur memberikan sambutan kunci dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kota Gorontalo, Senin (4/5/2026).
Gubernur menekankan pentingnya peran strategis PLKB karena kedekatan mereka dengan masyarakat. Diharapkan, keterlibatan PLKB dapat meningkatkan kesadaran warga untuk memberikan data yang akurat kepada petugas sensus, sehingga kondisi ekonomi daerah dapat tergambar dengan jelas sebagai dasar kebijakan pemerintah. “Saya mengharapkan PLKB juga harus bertindak aktif, bekerja aktif untuk menyosialisasikan ini. Sosialisasi dalam pengertian, memberi tahu kepada masyarakat, semuanya ketika petugas sensus datang, sampaikan apa adanya,” ujar Gusnar.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dibagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 melalui pengisian kuesioner secara daring. Selanjutnya, pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, petugas akan melakukan pendataan lapangan dengan mendatangi rumah warga secara langsung (door-to-door).
Gubernur menyatakan bahwa data yang dihasilkan dari sensus ini bukan sekadar angka, melainkan instrumen penting untuk memotret pikiran, perasaan, dan kondisi riil warga. Oleh karena itu, ia meminta keluarga besar BKKBN menjadikan materi sensus sebagai bagian dari penyuluhan rutin di tengah masyarakat.
Selain fokus pada sensus, dalam forum tersebut Gubernur juga menekankan peran PLKB dalam menuntaskan persoalan krusial di Gorontalo. Di antaranya adalah upaya penurunan angka tengkes (stunting), pengentasan kemiskinan, serta penanganan angka putus sekolah yang masih tergolong tinggi.
Terkait isu kependudukan, Gusnar menyoroti angka kesuburan yang saat ini dinilai masih tinggi. Ia meminta BKKBN untuk kembali memperkuat program-program pengendalian penduduk yang pernah sukses pada masa lalu, di samping menjalankan program peningkatan kualitas keluarga yang sedang berjalan. “BKKBN diminta tetap fokus pada program yang dulu pernah sukses selain program kualitas keluarga,” pungkasnya.




















