Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, berhasil memperkuat kerja sama regional dengan menghasilkan Deklarasi Bali dalam forum SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026. Pertemuan yang berlangsung di The Meru Hotel Bali ini menjadi ajang konsolidasi negara-negara Asia Tenggara untuk membangun sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga berkelanjutan, serta memperkuat peran pemuda dalam menghadapi tantangan global.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa Deklarasi Bali merupakan hasil dari komitmen bersama untuk mempererat kolaborasi regional melalui pendekatan diplomasi olahraga. “Deklarasi Bali ini lahir dari keinginan bersama untuk mempererat persaudaraan serta memberikan kontribusi nyata dalam memajukan generasi muda dan olahraga kawasan,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Senin (4/5/2026).
Dalam forum tersebut, para delegasi sepakat bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam mendorong perdamaian, memperkuat persatuan regional, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta memperluas visibilitas internasional Asia Tenggara. Delegasi juga menekankan pentingnya penguatan sistem olahraga berprestasi melalui peningkatan pembinaan atlet, pengembangan ilmu olahraga, serta identifikasi bakat secara terstruktur. Selain itu, peningkatan relevansi ajang multi-olahraga regional seperti SEA Games dinilai penting sebagai bagian dari jalur pembinaan menuju kompetisi global.
Sejumlah negara turut menyampaikan pandangan strategis dalam forum tersebut, termasuk Menteri Olahraga Filipina John Patrick Gregorio dan perwakilan Singapura David Neo Chin Wee. Mereka sepakat bahwa kolaborasi regional menjadi kunci peningkatan kualitas olahraga di kawasan. Selain aspek olahraga, Deklarasi Bali juga menegaskan pentingnya pemberdayaan pemuda sebagai agen perubahan. Negara-negara peserta berkomitmen membangun kemitraan strategis guna mendorong peran aktif generasi muda dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, inklusivitas, serta pembangunan berkelanjutan.
Para delegasi juga mengakui bahwa pemuda memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan inovasi di era digital. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong pemikiran kritis dan partisipasi aktif pemuda menjadi bagian integral dari kesepakatan tersebut. Kesepakatan Deklarasi Bali menjadi tonggak baru dalam penguatan diplomasi olahraga Indonesia di tingkat regional. Pemerintah menilai langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai inisiator kerja sama, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan olahraga dan generasi muda yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Ke depan, implementasi Deklarasi Bali diharapkan mampu memperkuat sinergi antarnegara ASEAN dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor olahraga terhadap pembangunan sosial dan ekonomi kawasan.






















