Headline.co.id, Banyuwangi ~ Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat melalui program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang dimulai sejak 2021. Program ini dirancang untuk memungkinkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berdialog langsung dengan warga dan perangkat desa guna menyerap aspirasi serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Dalam pelaksanaan terbaru di Kecamatan Purwoharjo, Bupati mengunjungi Desa Kradenan, Desa Purwoharjo, dan Desa Glagahagung. Dialog dilakukan di salah satu warung desa di kawasan hutan jati, yang dihadiri oleh kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Ipuk menjelaskan bahwa program Bunga Desa bertujuan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ada permasalahan yang bisa langsung ditindaklanjuti, ada pula yang membutuhkan proses bertahap. Melalui dialog ini, kami dapat memahami kebutuhan masyarakat secara lebih utuh,” ujar Ipuk di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (30/4/2026).
Selain dialog, pemerintah daerah juga menyediakan berbagai layanan publik, termasuk layanan kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Di Desa Kradenan, kegiatan dimulai dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti oleh ratusan peserta dengan menghadirkan tenaga medis profesional. Masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh dokter spesialis.
“Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh penanganan awal sekaligus rujukan jika diperlukan,” kata Ipuk. Dalam kunjungannya, Bupati juga meninjau kondisi warga yang mengalami gangguan kesehatan dan menginstruksikan pemerintah desa serta fasilitas kesehatan setempat untuk memberikan pendampingan dan terapi secara berkelanjutan.
Berbagai isu strategis turut dibahas dalam dialog tersebut, di antaranya kondisi infrastruktur jalan, kesiapan menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kepala Desa Purwoharjo, Fauzi Amurullah, mengajukan pertanyaan terkait langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, memaparkan upaya pemberdayaan pemuda melalui program produktif, seperti peternakan kambing dan budidaya buah naga. “Kami mendorong pemuda untuk mandiri secara ekonomi, terutama bagi lulusan sekolah menengah atas. Program ini telah membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.
Melalui program Bunga Desa, Pemkab Banyuwangi berharap dapat mempercepat penyelesaian permasalahan di tingkat desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. (*)






















