Headline.co.id, Sleman ~ Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan kegiatan Penyuluhan Sosial Tingkat Kalurahan Tahun 2026 dengan tema “Ketahanan Masyarakat Anti Narkoba” di Gedung Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, pada Selasa (28/4/2026). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menangani berbagai permasalahan sosial, termasuk kemiskinan dan peredaran narkotika di tingkat lokal.
Kalurahan Margomulyo dipilih sebagai lokasi penyuluhan karena dinilai memiliki dinamika permasalahan sosial yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain. Acara ini dihadiri oleh perangkat kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), dukuh, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kader, tokoh masyarakat, dan Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) DIY.
Tri Susilastuti, perwakilan dari Dinas Sosial DIY, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat sebagai penghubung informasi. Ia menyatakan bahwa meskipun pemerintah telah menyediakan enam balai rehabilitasi di DIY, akses informasi ke masyarakat masih menjadi kendala utama. “Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menangani berbagai masalah sosial seperti kemiskinan, lansia, disabilitas, hingga anak terlantar,” jelas Tri.
Data menunjukkan bahwa angka Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kecamatan Seyegan secara umum mengalami penurunan. Namun, di Kalurahan Margomulyo masih terdapat 222 kasus yang memerlukan penanganan intensif melalui kerja sama lintas sektoral.
Selain fokus pada isu narkoba, penyuluhan ini juga menyosialisasikan Program Strategis Nasional tahun 2026, termasuk Sekolah Rakyat (SR) 2026. SR adalah program pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memutus rantai kemiskinan.
Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menyambut baik inisiatif ini mengingat urgensi penanganan masalah sosial di wilayahnya. “Kami berterima kasih karena Margomulyo dipilih sebagai tempat penyuluhan sosial. Memang di sini masih banyak permasalahan sosial, terutama kemiskinan, sehingga kegiatan ini sangat relevan,” ujar Eko.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari anggota Komisi D DPRD DIY Muslimatun, perwakilan BNNP DIY, serta Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (PRSW) Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)























