Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumbar pada Minggu, 26 April 2026. Acara ini bertujuan untuk mengubah kesiapsiagaan bencana menjadi kebiasaan sehari-hari, terutama di daerah rawan bencana.
Gubernur Sumbar, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Zakri, menekankan pentingnya latihan rutin untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. “Latihan rutin adalah kunci untuk memastikan masyarakat siap menghadapi bencana,” ujar Zakri. Dalam kegiatan ini, Pemprov Sumbar juga mengadakan simulasi evakuasi mandiri gempa bumi dan aktivasi sirene peringatan dini secara serentak, sebagai bagian dari upaya nasional untuk menguji kesiapan masyarakat.
Pemerintah daerah menilai bahwa pengalaman dari bencana masa lalu harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem mitigasi yang lebih adaptif dan responsif di masa depan. Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf, menambahkan bahwa edukasi kebencanaan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat terkecil. “Edukasi kebencanaan harus menyentuh semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Sumbar memberikan penghargaan kepada 94 instansi dan 4.248 relawan yang aktif dalam penanganan bencana hidrometeorologi. Melalui penguatan edukasi, simulasi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemprov Sumbar menargetkan penurunan risiko dan dampak bencana secara signifikan, serta membangun masyarakat yang tangguh dan responsif terhadap berbagai potensi bencana.






















