Headline.co.id, Ketapang ~ Pemerintah Kota Probolinggo bersama Tim Penggerak PKK menggelar pelatihan bagi Kader Pangan untuk mengolah hasil pekarangan menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan ini berlangsung di Aula PKK Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat “Ketapang Mas” yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan daerah dan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan dari lingkup keluarga. “Kami mendorong optimalisasi pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan. Selain memenuhi kebutuhan gizi, hasil olahan juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.
Fitriawati menambahkan bahwa kader pangan berperan sebagai ujung tombak edukasi masyarakat mengenai pola konsumsi yang beragam dan bergizi. “Mereka bukan hanya pelaksana, tetapi juga agen edukasi dan motivator dalam menggerakkan pemanfaatan pangan lokal yang aman dan bernilai ekonomi,” katanya.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani, menegaskan peran strategis PKK dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui gerakan “Isi Piringku”. “PKK harus mampu menjadi contoh dalam membangun kemandirian pangan keluarga. Kami berharap pelatihan ini berlanjut dalam praktik nyata di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Evariani juga menekankan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan, karena pekarangan dapat dimanfaatkan dengan berbagai metode, termasuk menggunakan polybag. Dalam kesempatan tersebut, Evariani berbagi pengalaman tentang pemanfaatan pekarangan sejak kecil yang mampu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari tanpa bergantung pada pasar. “Jika kita ingin menghemat pengeluaran rumah tangga, pekarangan bisa menjadi solusi. Yang penting ada kemauan untuk mengelola dan berkreasi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader pangan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ketahanan pangan berbasis keluarga, serta mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif secara ekonomi.





















