Headline.co.id, Banda Aceh ~ Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh mengadakan kegiatan Safari Dakwah Sekolah dengan tema “Penguatan Karakter Islami Bagi Siswa dalam Rangka Mendukung Transformasi Pendidikan Aceh” di SMA Negeri 13 Banda Aceh pada Jumat (24/4/2026). Acara ini dihadiri oleh siswa, guru, dan pihak terkait sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas keislaman.
Safari dakwah ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai spiritual dan moral di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Fauzi Almakassary dari Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh menyampaikan tausiah inspiratif mengenai pentingnya membangun karakter Islami sejak dini. Ia menekankan bahwa siswa tidak hanya harus unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Menurut Ustaz Fauzi, kunci kesuksesan tidak hanya terletak pada usaha, tetapi juga pada keyakinan diri yang disertai doa serta keterlibatan Allah dalam setiap ikhtiar, termasuk dukungan dari orang tua dan guru. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan interaktif, di mana para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian acara.
Kepala Seksi Bina Generasi Muda dan Kader Dakwah Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Rosmani, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus melaksanakan program pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan serupa. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang telah memberikan ruang bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menggelar Safari Dakwah Sekolah di tingkat SMA.
Pada hari yang sama, Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh juga mengadakan Safari Dakwah di dua lokasi sekaligus, yaitu di SMA Negeri 13 dan SMA Negeri 9 Banda Aceh. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.






















