Headline.co.id, Jogja ~ Biaya penitipan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ikut menjadi sorotan di tengah mencuatnya dugaan kasus kekerasan anak pada Jumat (24/4/2026). Informasi biaya ini terungkap dari data yang dimiliki orang tua murid serta dokumen pricelist yang beredar. Daycare tersebut diketahui mematok biaya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan, tergantung program dan usia anak. Hingga kini, pihak pengelola belum memberikan klarifikasi resmi terkait layanan maupun biaya yang diterapkan.
Berdasarkan dokumen pricelist periode September 2025 yang diterima Headline.co.id dari Salah satu orang tua korban, Little Aresha menawarkan beberapa program daycare dan kelompok bermain dengan variasi biaya berbeda.
Rincian Biaya Daycare Berdasarkan Program

Untuk program daycare usia 0–24 bulan, orang tua dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp250.000 dan biaya pengembangan sekolah Rp500.000. Sementara itu, SPP bulanan tercatat sebesar Rp1.100.000 untuk lima hari dalam seminggu (Senin–Jumat), dan Rp1.225.000 untuk enam hari (Senin–Sabtu).
Pada kelompok usia 25 bulan hingga 3 tahun, total biaya awal masuk mencapai sekitar Rp2.000.000 untuk paket lima hari, yang mencakup pendaftaran, pengembangan sekolah, seragam, dan SPP bulanan. Sedangkan untuk paket enam hari, total biaya awal mencapai Rp2.125.000.
Sementara itu, untuk program daycare usia 2 bulan hingga 8 tahun dengan skema half day, biaya awal berkisar Rp1.075.000 hingga Rp1.125.000, tergantung jumlah hari layanan. Biaya bulanan berikutnya hanya mencakup SPP dan sarana belajar sekitar Rp550.000 hingga Rp600.000.
Selain itu, terdapat biaya daftar ulang tahunan sebesar Rp500.000 yang harus dibayarkan setiap tahun sesuai tanggal masuk anak.
Fasilitas dan Layanan yang Ditawarkan
Dalam dokumen tersebut, Little Aresha mengklaim menyediakan fasilitas lengkap seperti ruang bermain indoor dan outdoor, ruang tidur berpendingin udara, serta program stimulasi perkembangan anak. Layanan juga disebut mencakup konsultasi perkembangan dan kunjungan dokter secara berkala.
Jam operasional daycare berlangsung dari pagi hingga sore hari, dengan fleksibilitas waktu penjemputan bagi orang tua.
Kekecewaan Orang Tua di Tengah Dugaan Kasus
Besaran biaya yang tergolong tinggi ini kini memicu kekecewaan sejumlah orang tua, terutama setelah mencuat dugaan kekerasan terhadap anak di dalam fasilitas tersebut. Harapan akan layanan profesional dan aman dinilai tidak sebanding dengan dugaan perlakuan yang terjadi.
Kasus ini sendiri terungkap setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi pada Jumat (24/4/2026) sore dan memasang garis polisi. Polisi menduga adanya tindak penelantaran dan kekerasan terhadap anak di tempat tersebut, dan hingga kini masih melakukan penyelidikan.
Kekecewaan semakin bertambah setelah muncul kesaksian dari wali murid yang beredar di media sosial. Salah satu orang tua mengaku melihat video yang memperlihatkan anaknya diduga dalam kondisi diikat.
“Badan gemeter banget pas lihat video, ternyata ada anakku yang diiket sampai nangis sesegukan,” tulis salah satu wali murid yang engah disebutkan namanya.
Kesaksian lain juga mengungkap adanya perubahan perilaku anak yang menunjukkan ketakutan saat hendak dititipkan kembali ke daycare.
“Anaknya takut untuk masuk (dititipkan) di daycare tersebut. Mukanya takut. Sempat bilang, miss-nya galak-galak,” ujar salah satu wali murid.
Meski demikian, seluruh informasi yang beredar masih berstatus dugaan dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Daycare Little Aresha belum memberikan tanggapan terkait biaya layanan maupun dugaan kekerasan yang mencuat.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat, khususnya terkait standar keamanan dan kualitas layanan di tempat penitipan anak yang memungut biaya relatif tinggi.



















