Headline.co.id, Manggarai Barat ~ Nusa Tenggara Timur, menjadi lokasi insiden penusukan yang melibatkan tiga anggota Brimob pada Kamis (11/6/2026). Ketiga korban, yang merupakan personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, mengalami luka tusuk setelah terjadi keributan usai acara syukuran. Mereka adalah Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK, yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
Kepala Bidang Hubungan Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah misa syukuran pelantikan anggota Brimob berinisial Bripda JGR. “Seluruh rangkaian acara awalnya berlangsung aman tanpa gangguan berarti,” ungkap Kombes Pol. Henry pada Kamis (11/6/2026).
Untuk menangani situasi ini, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko segera berkoordinasi dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono. Langkah ini diambil guna mencegah situasi berkembang lebih jauh.
TNI dan Polri sepakat membentuk tim gabungan yang melibatkan Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat. Tim ini bertugas mengusut insiden secara profesional dan memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif dan transparan. Polda NTT menegaskan bahwa hubungan kedua institusi tetap solid dan tidak terganggu oleh insiden yang terjadi. “Hubungan kedua institusi tetap solid,” tegas Kombes Pol. Henry.






















