Headline.co.id, Jogja ~ Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terus menjadi sorotan publik sejak penggerebekan oleh polisi pada Jumat (24/4/2026). Seiring viralnya kasus ini di media sosial, publik mulai menelusuri siapa pemilik dan pengelola daycare tersebut. Pencarian juga mengarah pada struktur organisasi hingga akun digital lembaga yang dilaporkan menghilang. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pemilik maupun pengelola daycare tersebut.
Fenomena ini berkembang di tengah derasnya arus informasi di media sosial, di mana warganet berupaya menggali lebih jauh pihak yang bertanggung jawab atas operasional daycare tersebut.
Profil dan Layanan Daycare Little Aresha
Berdasarkan penelusuran Headline.co.id dari situs Jobnas.com, Little Aresha merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang menyediakan program Playgroup (PG), Taman Kanak-kanak (TK), serta daycare dengan konsep program plus berbasis kurikulum inovatif dan holistik.
Lembaga ini disebut memiliki tujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak secara optimal. Tenaga pengasuh diklaim berpengalaman dan ramah anak, dengan fasilitas yang dirancang untuk menunjang pembelajaran dan stimulasi perkembangan anak usia dini.
Little Aresha menerima anak mulai usia 2 bulan hingga sekitar 8 tahun. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang bermain indoor dan outdoor, ruang tidur berpendingin udara, ruang kelas, hingga layanan konsultasi perkembangan serta kunjungan dokter secara berkala.
Secara operasional, daycare ini buka dari Senin hingga Sabtu dengan jam layanan mulai sekitar pukul 06.30 hingga 18.00 WIB. Lokasi tercatat berada di Jalan Pakel Baru Utara No. 2–3, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta.
Selain itu, sistem pembelajaran yang diterapkan disebut mendukung penggunaan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa, dengan fleksibilitas waktu penjemputan bagi orang tua.
Struktur Organisasi Jadi Sorotan

Seiring mencuatnya kasus dugaan kekerasan, publik mulai mencari tahu struktur organisasi di balik pengelolaan Little Aresha. Informasi mengenai struktur ini beredar luas di media sosial, meski belum dapat diverifikasi secara resmi.
Dalam struktur organisasi yang beredar, muncul sejumlah nama yang diduga terlibat dalam pengelolaan lembaga tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai keabsahan struktur tersebut maupun posisi masing-masing individu di dalamnya.
Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Diyah Kusumastuti. Nama ini disebut-sebut oleh sejumlah akun anonim sebagai sosok Ketua Yayasan atau pemilik utama Daycare Little Aresha. Tak hanya itu nama lain yang turut di sorot adalah Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum turut dikaitkan sebagai penasehat yayasan, tim Headline.co.id mencoba melakukan penelurusan namun akun sosial media tersebut sudah tidak aktif atau hilang.
Headline.co.id telah mencoba menghubungi Little Aresha untuk mencoba mengkonfirmasi kebenaran yang beredar tidak ada jawaban.
Isu tersebut berkembang cepat di media sosial, bahkan disertai klaim bahwa yang bersangkutan telah diperiksa atau diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, informasi ini belum dapat dipastikan kebenarannya.
Rumor Pemilik dan Risiko Doxing
Munculnya nama Diyah Kusumastuti dalam perbincangan publik masih berstatus rumor yang bersumber dari unggahan dan komentar warganet. Hingga kini, pihak Polresta Yogyakarta belum merilis identitas tersangka maupun memberikan keterangan resmi terkait pemilik atau pengelola daycare tersebut.
Situasi ini menimbulkan risiko penyebaran informasi yang belum terverifikasi, termasuk praktik doxing atau pengungkapan data pribadi tanpa dasar yang jelas. Dalam kasus yang memicu emosi publik seperti dugaan kekerasan anak, penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi merugikan pihak-pihak tertentu.
Aparat penegak hukum hingga kini masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti untuk mengungkap fakta sebenarnya. Publik diimbau untuk menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.
Akun Digital Daycare Hilang
Di tengah meningkatnya perhatian publik, sejumlah kanal digital milik Daycare Little Aresha dilaporkan tidak dapat diakses. Berdasarkan penelusuran, akun Google Maps, Instagram, Facebook, hingga situs web resmi daycare tersebut menghilang dari akses publik.
Belum diketahui secara pasti penyebab hilangnya akun-akun tersebut, apakah terkait kebijakan platform, penghapusan oleh pengelola, atau faktor lainnya.
Kondisi ini semakin memicu rasa penasaran publik yang berusaha mencari informasi tambahan mengenai profil lembaga dan pihak pengelolanya.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menyatakan pihaknya telah melakukan penggerebekan dan memasang garis polisi di lokasi daycare. Ia menyebut adanya dugaan tindak pidana terkait perlakuan diskriminatif, penelantaran, dan kekerasan terhadap anak.
Meski berbagai informasi dan kesaksian telah beredar luas, seluruhnya masih dalam tahap pendalaman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait penetapan tersangka maupun identitas pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian luas masyarakat, khususnya terkait pentingnya perlindungan anak serta pengawasan terhadap lembaga penitipan anak.




















