Headline.co.id, Gubernur Dki Jakarta ~ Pramono Anung Wibowo, mengimbau agar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang diadakan oleh badan usaha milik daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) tidak mengganggu jam kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Imbauan ini disampaikan setelah beberapa BUMD dan OPD mengajukan permohonan untuk menyelenggarakan siaran langsung pertandingan Piala Dunia, yang sebagian besar berlangsung pada jam kerja.
Pramono menegaskan pentingnya pengaturan waktu yang tepat agar kegiatan nobar tidak mengganggu aktivitas kerja. “Banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia. Problemnya adalah karena jamnya itu jam orang bekerja, yang paling penting, jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja,” ujar Gubernur Pramono pada Kamis (11/6/2026).
Salah satu BUMD yang berencana menggelar nobar adalah Perumda Pasar Jaya, yang akan menyelenggarakan kegiatan tersebut di tiga lokasi. Pramono menekankan bahwa penyelenggaraan nobar harus dikelola dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas kerja dan pelayanan publik.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memberikan ruang bagi masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), dan publik untuk menikmati perhelatan sepak bola terbesar di dunia ini. “Tetapi secara prinsip, saya akan memberikan ruang. Apa pun, masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia yang menurut saya menjadi semakin menarik, karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini,” tambah Pramono.
Gubernur Pramono juga menilai bahwa Piala Dunia 2026 memiliki daya tarik yang lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi olahraga, karena berlangsung di tengah dinamika geopolitik global saat ini. Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan akan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.























