Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berupaya memperkuat ketahanan masyarakat desa melalui integrasi program pencegahan radikalisme dengan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Kepala BNPT, Eddy Hartono, menjelaskan bahwa pendekatan ini dilakukan melalui program Desa Siapsiaga yang menekankan deteksi dini berbasis komunitas serta penguatan kemandirian ekonomi warga.
“Program Desa Siapsiaga ini membangun deteksi dini berbasis komunitas di samping memperkuat ketahanan warga dari ancaman bahaya paham radikal terorisme sekaligus melakukan pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal,” ujar Eddy di Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (23/4/2026). Eddy menambahkan bahwa penguatan ketahanan sosial tidak dapat dipisahkan dari aspek ekonomi masyarakat, sehingga BNPT mengembangkan model intervensi yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan warga.
Eddy menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program tersebut. “Oleh sebab itu kami BNPT melalui Desa Siapsiaga bekerja sama dengan PLN Indonesia Power supaya program ini bisa membangun ekosistem perekonomian,” ungkapnya. Program ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menekankan sinergi aspek pertahanan, keamanan, dan pembangunan desa.
“Ini menjadi program implementasi Bapak Presiden Prabowo yang dituangkan dalam RPJMN tahun 2025–2029, di mana kita melakukan sinergi pertahanan dan keamanan untuk pencegahan sekaligus membangun dari desa,” jelasnya. Dalam implementasinya, pemberdayaan ekonomi dilakukan melalui pemanfaatan potensi lokal, salah satunya pengolahan limbah industri menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan memanfaatkan fly ash dan bottom ash (FABA) dari pembangkit listrik.
Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit PLTU Banten 2, Wisnu Kurniawan, menyatakan dukungan terhadap pendekatan tersebut sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat. “Kami mendukung program Desa Siapsiaga melalui pembangunan ekosistem ekonomi, termasuk pemanfaatan limbah pembakaran batu bara menjadi produk paving blok,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan FABA tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
“Limbah ini berupa fly ash dan bottom ash yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk paving blok,” katanya. Sementara itu, pemerintah daerah menilai program ini memberikan peluang baru bagi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi berbasis desa. Camat Menes, Usep Sudarmana, menyebut program tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Ini merupakan angin segar untuk kita semua. Mudah-mudahan program ini bisa berjalan sesuai harapan yaitu membantu pemberdayaan masyarakat Menes,” ujarnya. Melalui pendekatan terpadu penguatan ketahanan sosial dan pemberdayaan ekonomi, BNPT menargetkan program Desa Siapsiaga mampu menjadi model pencegahan radikalisme yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.




















