Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia terus memperluas jaringan kolaborasi internasional untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi nasional. Salah satu langkah strategis yang saat ini didorong adalah penguatan kerja sama dengan Rumania, khususnya dalam mobilitas akademik, riset, dan inovasi berbasis teknologi.
Komitmen ini terungkap dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Rumania untuk Indonesia, Dan Adrian Bălănescu, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Brian menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah mempercepat penguatan riset pada sejumlah sektor strategis yang menjadi penopang daya saing nasional. Fokus tersebut mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, air bersih, hilirisasi teknologi dan industri, digitalisasi, pertahanan, hingga pengembangan semikonduktor.
Menurut Brian, Rumania memiliki keunggulan yang kuat di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sehingga berpotensi menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam pengembangan kapasitas riset dan inovasi. “Kami berharap dapat membahas potensi penguatan kolaborasi Indonesia-Rumania, terutama dalam bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Apresiasi saya untuk Rumania yang senantiasa mendukung Indonesia, karena kami percaya hubungan ini akan terus menguat ke depan,” ujar Brian.
Ia mendorong penguatan kerja sama antarkampus melalui skema joint research yang melibatkan peneliti dari kedua negara. Kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, memperluas jejaring akademik global, dan mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan. Selain penguatan riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia akademik juga menjadi perhatian pemerintah. Brian mengungkapkan, saat ini proporsi dosen di Indonesia yang telah bergelar doktor masih berada pada kisaran 25–30 persen. Angka tersebut dinilai perlu terus ditingkatkan agar kualitas pendidikan tinggi nasional semakin kompetitif di tingkat global.
Untuk itu, Kemdiktisaintek membuka peluang kerja sama melalui skema co-funding dan penyediaan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi, terutama pada jenjang magister dan doktor di Rumania. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapasitas dosen dan peneliti Indonesia, khususnya pada bidang-bidang sains dan teknologi prioritas.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Rumania Dan Adrian Bălănescu menyambut positif inisiatif penguatan kerja sama bilateral di sektor pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Rumania dalam membangun hubungan dengan Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. Sebagai langkah konkret, Rumania mengusulkan pembentukan joint working group atau kelompok kerja bersama di bidang pendidikan tinggi. Kelompok ini diharapkan menjadi forum strategis untuk membahas berbagai peluang kerja sama secara lebih terstruktur.
Ruang lingkup kerja sama yang dibahas meliputi pengembangan program beasiswa, pertukaran mahasiswa dan akademisi, kolaborasi riset, hingga penguatan inovasi. Pemerintah Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan berbagai skema pendanaan pendidikan guna memperluas akses studi lanjut ke luar negeri, termasuk ke Rumania. Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat menjajaki penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi payung kerja sama yang mempermudah pengembangan berbagai program kolaboratif perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia-Rumania.
Kemdiktisaintek memandang kemitraan internasional yang saling menguntungkan merupakan elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdampak. Melalui penguatan hubungan dengan Rumania, Indonesia berharap dapat memperluas akses pendidikan global bagi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan masa depan.




















