Headline.co.id, Jakarta ~ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan pelatihan untuk memperkuat integritas di sektor riset dengan melibatkan 153 pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya risiko korupsi dan penurunan skor integritas lembaga tersebut. Pelatihan ini berlangsung di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026) dalam program bertajuk Penguatan Antikorupsi untuk Pimpinan BRIN Berintegritas (PAKU Integritas).
KPK menilai bahwa sektor riset memiliki tingkat diskresi dan kewenangan yang tinggi, yang dapat memicu praktik korupsi jika tidak diimbangi dengan sistem pengendalian yang kuat. Hal ini terlihat dari penurunan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) BRIN dari 82,29 pada tahun 2025 menjadi 74,32 pada tahun 2026, yang menempatkan lembaga tersebut dalam kategori waspada.
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menekankan pentingnya integritas pimpinan dalam menentukan kredibilitas lembaga riset. Ia menyatakan bahwa pencegahan korupsi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat tata kelola, bukan sekadar memenuhi aspek administratif. “Di institusi berbasis riset, integritas adalah fondasi kredibilitas ilmu pengetahuan. Tanpa itu, kualitas hasil riset akan dipertanyakan,” ujarnya.
Ibnu juga menyoroti tantangan budaya organisasi yang masih mentoleransi pelanggaran kecil dan benturan kepentingan. Oleh karena itu, pimpinan BRIN didorong untuk menjadi teladan dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan. Beberapa strategi yang dipetakan meliputi penguatan manajemen risiko korupsi, peningkatan pengawasan internal, dan pembudayaan sikap saling mengingatkan di lingkungan kerja. Pimpinan unit kerja diharapkan mampu mengidentifikasi titik rawan serta mengambil keputusan secara objektif dan bebas intervensi.
Sementara itu, Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menegaskan bahwa integritas sering diuji bukan saat ada pengawasan, melainkan ketika terdapat peluang untuk menyimpang. “Menjaga integritas berarti memilih tetap berada di jalur yang benar, meski ada kesempatan untuk menyimpang. Kredibilitas ilmu pengetahuan sangat ditentukan oleh kejujuran dan objektivitas,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa sebagai institusi strategis, BRIN tidak hanya dituntut untuk menghasilkan inovasi dan teknologi, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai integritas di sektor publik.
Program PAKU Integritas dirancang untuk memperkuat pemahaman pimpinan terhadap delik tindak pidana korupsi serta kemampuan menghadapi dilema etika. Melalui pendekatan interaktif seperti “Pohon Harapan Integritas”, peserta diajak merumuskan komitmen konkret yang akan diterapkan di unit kerja masing-masing. Kegiatan ini diikuti oleh 153 pimpinan BRIN, mulai dari pimpinan tinggi madya, pratama, hingga kepala organisasi dan pusat riset yang memiliki peran strategis dalam pengambilan kebijakan, pengelolaan anggaran, serta arah pembangunan riset nasional.
Penguatan integritas di lingkungan BRIN diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong riset dan inovasi yang kredibel, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran memberikan manfaat optimal bagi pembangunan nasional.























