Headline.co.id, Jogja ~ Kemunculan varian baru Covid-19 yang dikenal sebagai Cicada menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat global. Namun, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K)., Guru Besar dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) UGM, menegaskan bahwa varian ini belum terdeteksi di Indonesia dan tidak menunjukkan tingkat keganasan yang lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya.
Prof. Tri Wibawa menjelaskan bahwa varian SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2, yang dikenal sebagai Cicada, pertama kali muncul di Afrika Selatan pada November 2024. Varian ini sempat tidak terdeteksi hingga kembali muncul dan dilaporkan di 23 negara pada Februari 2026. Hingga saat ini, Cicada belum dilaporkan masuk ke Indonesia. “Data yang ada tidak menunjukkan indikasi Cicada lebih ganas dibandingkan strain sebelumnya,” ungkap dr. Tri Wibawa pada Kamis (9/4). Varian Covid-19 sebelumnya termasuk Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron.
Dari sisi medis, Tri Wibawa menyatakan bahwa belum ada perbedaan signifikan varian Cicada dengan varian Covid-19 lainnya. Hal ini juga terlihat dari gejala yang dialami pasien. “Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti influenza hingga berat, tergantung kondisi kesehatan dan imunitas pasien,” jelasnya.
Mengenai efektivitas vaksin, ia menekankan bahwa kemunculan varian baru memang berpotensi mempengaruhi tingkat perlindungan vaksin. Namun, masyarakat yang telah divaksinasi atau pernah terinfeksi tetap memiliki keuntungan dari sisi imunitas. “Individu yang pernah terpapar atau mendapatkan vaksin tentu memiliki imunitas yang lebih siap dibandingkan yang belum pernah vaksinasi atau terinfeksi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum. Ia menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan melalui perilaku hidup sehat. “Tidak ada langkah spesifik untuk Cicada. Masyarakat perlu tetap melakukan vaksinasi, menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan sanitasi, menghindari kerumunan saat sakit, serta segera berkonsultasi ke dokter jika merasa tidak sehat,” tegasnya.
Dengan situasi yang masih terkendali di Indonesia, ia menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak lengah dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan dasar.





















