Headline.co.id, Jakarta ~ Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menekankan pentingnya kolaborasi berbasis data untuk mempercepat penguatan literasi dan numerasi di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam acara pencanangan kolaborasi nasional di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Margaretha menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk memperkuat fondasi pendidikan, khususnya dalam kemampuan dasar membaca dan berhitung. “Literasi dan numerasi bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi fondasi agar anak mampu belajar, berpikir kritis, dan berkembang di masa depan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa data menunjukkan capaian literasi dan numerasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Sekitar 71 persen siswa telah mencapai kompetensi minimum literasi, sementara numerasi masih berada di kisaran 69 persen, menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan dasar. Kondisi ini menegaskan urgensi intervensi sejak dini melalui pendekatan terstruktur dan kolaboratif.
Dalam program ini, Tanoto Foundation bersama pemerintah dan mitra pembangunan akan menjangkau 500 sekolah dasar di enam kabupaten/kota pada empat provinsi, melibatkan sekitar 1.500 guru dan kepala sekolah, serta memberikan dampak kepada sekitar 45 ribu siswa. Fokus intervensi diarahkan pada dua aspek utama: penguatan praktik pembelajaran di kelas melalui penerapan pedagogi terstruktur dan pemanfaatan data asesmen kelas awal untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Margaretha juga menegaskan bahwa peran filantropi tidak menggantikan pemerintah, melainkan memperkuat dan mendukung kebijakan yang telah ditetapkan. Kolaborasi ini menyatukan berbagai kekuatan, mulai dari kebijakan dan jangkauan pemerintah, pengalaman implementasi di lapangan, hingga dukungan global dari mitra pembangunan seperti Bill & Melinda Gates Foundation dan UNICEF.
Dengan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan, Tanoto Foundation menilai bahwa perubahan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui sinergi pemerintah, sekolah, dan masyarakat. “Kolaborasi ini diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi menjadi agenda prioritas untuk mengatasi kesenjangan capaian pendidikan nasional, khususnya pada kemampuan dasar peserta didik. Melalui pendekatan dari komitmen menuju aksi dan pemanfaatan data menuju kebijakan yang lebih presisi, kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.




















