Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) Natalius Pigai menegaskan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki peran penting sebagai pintu gerbang Indonesia Timur dan masa depan Indonesia. Hal ini disampaikan Pigai saat memberikan materi dalam acara Penguatan Kapasitas HAM yang dihadiri oleh 5000 peserta di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (1/4/2026).
Pigai menjelaskan bahwa keunikan geografis Gorontalo menjadikannya jalur perlintasan laut strategis yang menghubungkan Provinsi Maluku, Maluku Utara, hingga enam provinsi di Papua menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, posisi ini memberikan keunggulan konektivitas yang signifikan bagi pembangunan nasional di masa mendatang. “Gorontalo memiliki potensi besar dalam mendukung konektivitas nasional,” ujar Pigai di hadapan ribuan peserta.
Selain faktor geografis, Pigai juga menyoroti identitas unik Gorontalo sebagai satu-satunya provinsi di Pulau Sulawesi yang tidak menyertakan nama “Sulawesi” pada identitas administratifnya. Hal ini, menurut Pigai, menambah nilai kekhasan daerah tersebut di mata nasional.
Dalam pemaparan materinya, Menham juga menekankan pentingnya kehadiran kementeriannya sebagai pelindung keadilan. Ia menganalogikan HAM sebagai “benteng” untuk menjaga kelestarian manusia dari tindakan destruktif antar sesama. “HAM adalah fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial,” katanya.
Menham turut memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah didorong ke tingkat daerah, lain pembangunan Desa Sadar HAM, program Kampung REDAM (Responsif, Edukatif, Damai, dan Mandiri), serta perluasan pendidikan HAM di tingkat kabupaten/kota. (mcgorontaloprov/isam)





















