Headline.co.id, Bojonegoro ~ Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menargetkan pengurangan sampah sebesar 63,41 persen pada tahun 2026. Target ini sejalan dengan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Kepala DLH Bojonegoro, Luluk Alifah, menyatakan bahwa pengelolaan sampah difokuskan pada pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui inovasi pengelolaan di tingkat hulu.
Luluk Alifah menjelaskan bahwa kapasitas lahan TPA saat ini diperkirakan masih mampu menampung sampah hingga lima tahun ke depan. Untuk memperpanjang usia TPA dan mengurangi volume sampah yang masuk, DLH berencana menerapkan teknologi Masaro (Manajemen Sampah Zero). Teknologi ini mengubah paradigma pengelolaan sampah dari cost center (kumpul–angkut–buang) menjadi profit center dengan pola pilah–angkut–proses–jual.
Selain aspek teknis, DLH juga menekankan pentingnya penegakan aturan dalam pengelolaan sampah. Pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah liar akan ditingkatkan, dan sanksi tegas akan diberikan kepada pelanggar sesuai peraturan daerah yang berlaku. Luluk menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik,” ujar Luluk. Ia berharap sinergi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas masyarakat dapat membuat pengelolaan sampah di Kabupaten Bojonegoro lebih efektif dan berdampak positif terhadap kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat.



















