Headline.co.id, Bandung ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Selokan Mataram dari Fakultas Teknik berhasil meraih posisi kedua dalam Geothermal Development Plan Competition (GDPC) yang berlangsung pada 20-22 Februari di Kampus ITB Bandung. Kompetisi ini merupakan bagian dari Integrated Petroleum Festival (IPFEST) ITB 2026 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas. Penilaian pada babak final dilakukan oleh para praktisi industri energi, termasuk dari Chevron, INPEX Geothermal, PT Geo Dipa Energi, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, menjadikan kompetisi ini sebagai ajang uji gagasan yang relevan dengan industri.
Tim Selokan Mataram terdiri dari Muhammad Nabil Hafiz dan Abdi Yuridan Arsya dari Teknik Mesin, serta Jihan Fathin Salsabila dan Lailum Lutvi Sahrudin dari Teknik Geologi. Mereka mengajukan karya tulis berjudul “Feasibility Study: Patuha Geothermal Field Development” yang menitikberatkan pada perencanaan strategis pengembangan Lapangan Panas Bumi Patuha dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomi. Kolaborasi teknik mesin dan geologi menjadi kekuatan utama tim dalam menyusun analisis yang komprehensif.
Jihan Fathin Salsabila menjelaskan bahwa proyek ini menuntut pemahaman mendalam tentang sistem panas bumi. Kompetisi ini tidak hanya menilai kemampuan analisis teknis, tetapi juga strategi pengembangan gagasan yang realistis. “Pengembangan panas bumi bukan hanya menghitung potensi energi, tetapi juga menemukan cara bagaimana mengelola risiko,” ujarnya pada Jumat (13/3).
Tim memulai analisis dengan pendekatan 3G, yaitu integrasi data geologi, geofisika, dan geokimia untuk membangun model konseptual penampungan gas. Model ini menjadi dasar dalam penilaian sumber daya lebih lanjut. Dengan pendekatan ini, setiap keputusan teknis yang diambil memiliki dasar ilmiah yang jelas dan terstruktur.
Pada tahap pengkajian sumber daya, tim menggunakan metode probabilistik melalui simulasi Monte Carlo untuk menghitung potensi sumber daya dan memetakan tingkat ketidakpastian data. Analisis ini membantu dalam mengukur risiko dan potensi, sehingga dapat menentukan strategi pengembangan yang paling efisien. “Kita berupaya memastikan rancangan proyek yang tetap realistis,” tambah Jihan.
Dalam strategi pengembangan proyek, tim mengusulkan pendekatan bertahap atau phased development untuk meminimalisasi risiko investasi. Pada tahap eksplorasi teknis, mereka merekomendasikan metode slim hole drilling. Untuk teknologi pembangkit listrik, tim mengusulkan sistem Dry Steam Condensing yang dianggap paling sesuai dengan karakteristik reservoir Patuha.
Selain aspek teknis dan ekonomi, tim juga mempertimbangkan prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K4L). Setiap rancangan pengembangan ditinjau kembali untuk memastikan perlindungan pekerja dan keberlanjutan lingkungan. Pengalaman ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya praktik akademik dan industri dalam mendukung transisi energi di Indonesia.





















