Headline.co.id, Meureudu ~ Pemerintah menargetkan sekitar enam ribu pengungsi yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh pada akhir November 2025 untuk segera pindah ke hunian sementara (huntara) sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 H. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan hal ini saat mengunjungi lokasi hunian sementara di Kabupaten Pidie Jaya pada Jumat (6/3/2026).
Menurut Tito, jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda telah berkurang dari sekitar 11 ribu menjadi sekitar 6 ribu orang. “Target kita sebelum Idulfitri mereka sudah masuk ke huntara atau menggunakan dana tunggu hunian,” ujar Tito. Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan berbagai skema percepatan agar para pengungsi dapat segera meninggalkan tenda pengungsian.
Selain memastikan ketersediaan huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial bagi para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga, bantuan perabot rumah tangga sebesar Rp3 juta, serta bantuan lauk-pauk senilai Rp15 ribu per orang per hari. “Untuk makanan, sepuluh hari ke depan masih ditanggung BNPB. Setelah itu akan menggunakan bantuan jadup dari Kementerian Sosial,” jelas Tito.
Tito menambahkan bahwa sebagian besar daerah terdampak sebenarnya telah memiliki hunian sementara yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Namun, masih terdapat kekurangan di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang. Oleh karena itu, pemerintah pusat bersama BNPB dan kementerian terkait akan menambah pembangunan huntara di wilayah yang masih kekurangan serta mengoptimalkan pemanfaatan hunian yang telah tersedia.
“Kepala BNPB juga sudah menyampaikan akan dilakukan pengaturan, karena ada huntara yang dibangun cukup banyak sementara pengungsi di lokasi itu tidak terlalu banyak. Nantinya bisa dipindahkan ke lokasi yang masih kekurangan,” kata Tito. Ia menegaskan bahwa percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara menjadi prioritas pemerintah agar para korban bencana dapat menjalani kehidupan yang lebih layak menjelang Lebaran.



















