Headline.co.id, Jakarta ~ Komisi IV DPR RI menyatakan apresiasi atas ekspor perdana 2.280 ton beras Indonesia ke Arab Saudi. Ekspor ini dilepas secara resmi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gudang Perum Bulog, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026). Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini.
Abdul Kharis menegaskan bahwa pengiriman beras ke Arab Saudi merupakan langkah awal yang baik dan diharapkan dapat diikuti dengan ekspor ke negara lain. “Kami tentunya sangat bangga melihat kegiatan pada hari ini dan memberikan apresiasi kepada Pak Menteri Pertanian dan juga dari perdagangan yang telah berhasil mengirimkan beras sebanyak 2.280 ton ke Saudi Arabia. Ini awalan yang baik dan akan diikuti dengan ekspor ke negara yang lain,” ujarnya.
Ia juga berharap ekspor ini dapat berlanjut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri. “Sekaligus juga harapan dari Komisi IV sebagai mitra dari Pak Menteri Pertanian, ini akan diikuti dengan ekspor-ekspor berikutnya, seperti tadi disampaikan oleh Dirut Bulog, kemudian jamaah haji diikuti juga oleh jamaah umroh dan para mukimin yang ada di sana yang jumlahnya cukup banyak,” lanjut Abdul Kharis.
Menurut Abdul Kharis, beras Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di pasar internasional karena cita rasanya yang khas. “Saya kira ini menjadi segmen yang pasti, karena orang Indonesia kalau di luar negeri pasti masih mencari beras Indonesia, karena beras dari luar Indonesia tentunya tidak seenak di lidah orang-orang Indonesia. Ini captive market yang sangat bagus dan mudah-mudahan bisa dikirim ke negara-negara yang lain,” tambahnya.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menyatakan bahwa ekspor ini diharapkan dapat memperkenalkan kualitas beras Indonesia di pasar internasional. “Jadi ini memang khusus kita targetkan untuk jemaah haji kita yang ada di sana dengan harapan bahwa dengan case pertama ini semoga masyarakat yang berada di Saudi Arabia dari lintas negara juga mulai mengetahui bagaimana kualitas beras dari Indonesia dan mereka juga ikut meminati kualitas beras yang kita bisa kirim ke sana,” ujarnya.
Pemerintah sebelumnya telah melepas ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium sebanyak 2.280 ton dengan nilai Rp38 miliar ke Arab Saudi. Ekspor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Ke depan, potensi pasar beras Indonesia di Arab Saudi diperkirakan akan semakin besar, mencakup jamaah umrah dan mukimin Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun. Selain Arab Saudi, Indonesia juga telah menjajaki peluang ekspor beras ke negara lain seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Ekspor perdana ini diharapkan menjadi langkah awal bagi perluasan pasar beras Indonesia di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri serta membuka peluang ekspor ke berbagai negara.






















