Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog telah mencapai 5,19 juta ton per 23 April 2026. Ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah. “Alhamdulillah hari ini… stok beras seluruh Indonesia 5.198.000 ton. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah,” ujar Menteri Pertanian pada Kamis (23/4/2026).
Menurut Menteri Andi Amran, pencapaian ini adalah hasil dari kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah, aparat, dan dukungan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kritik konstruktif tanpa disinformasi untuk memperkuat kebijakan pangan nasional. Untuk mengantisipasi lonjakan produksi, pemerintah telah menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang. Secara nasional, kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton, dengan tambahan gudang sewa mencapai 2 juta ton dan akan ditambah lagi sekitar 1 juta ton.
Menteri Pertanian menyatakan bahwa peningkatan stok ini berdampak pada penguatan ketahanan pangan nasional serta berkontribusi terhadap stabilitas pangan global. Setelah sebelumnya mengimpor sekitar 7 juta ton beras pada 2023–2024, pemerintah menghentikan impor pada 2025 dan optimistis tidak akan melakukan impor pada 2026. Ia juga menekankan pentingnya transparansi data stok beras kepada publik. “Kami membuka akses bagi publik untuk melakukan pengecekan langsung ke gudang-gudang Bulog guna memastikan transparansi data stok beras,” katanya.























