Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power (PLN NP), Komang Parmita, menekankan pentingnya pengendalian diri selama bulan Ramadan yang sejalan dengan pengendalian risiko di tempat kerja. Hal ini disampaikan Komang dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo pada Rabu, 25 Februari 2026. Ia menyatakan bahwa disiplin terhadap prosedur kerja dan kesadaran penuh terhadap keselamatan adalah kunci menjaga kinerja tetap aman dan andal.
Komang menjelaskan bahwa Ramadan melatih individu untuk mengendalikan keinginan dan emosi, yang dapat diterapkan di tempat kerja melalui disiplin dan kesadaran risiko. “Ramadan melatih kita mengendalikan keinginan dan emosi. Di tempat kerja, pengendalian itu diwujudkan dalam bentuk disiplin terhadap prosedur dan kesadaran atas setiap risiko pekerjaan. Inilah yang menjaga kinerja tetap selamat dan andal,” ujar Komang dalam siaran pers yang diterima di Gorontalo pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurut Komang, menjalankan prosedur keselamatan dengan disiplin adalah bentuk ibadah profesional. Ia menambahkan bahwa integritas sejati terlihat ketika karyawan tetap bekerja sesuai standar meskipun tidak diawasi langsung. Disiplin bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga komitmen moral terhadap keselamatan diri, rekan kerja, dan keberlangsungan operasi pembangkit.
Dalam kesempatan tersebut, Komang memaparkan tiga pilar utama untuk menjaga keselamatan kerja selama Ramadan. Pertama, fokus. Setiap pegawai diminta lebih peka terhadap kondisi fisik mereka. Jika merasa tidak prima, pegawai diimbau untuk segera berkomunikasi dengan atasan atau rekan kerja dan tidak memaksakan diri hingga kehilangan fokus atau mengalami kelelahan ekstrem yang dapat memicu kecelakaan.
Kedua, prosedur operasi standar (Standard Operating Procedure/SOP). Komang menekankan bahwa administrasi keselamatan bukanlah formalitas belaka. Izin kerja (permit to work) harus dipastikan kebenarannya, analisis keselamatan kerja (Job Safety Analysis/JSA) disusun dengan sungguh-sungguh, dan daftar periksa (checklist) tidak sekadar hasil salin-tempel. “Prosedur adalah pagar keselamatan yang melindungi seluruh insan perusahaan,” tegasnya.
Ketiga, budaya (culture). Budaya saling menjaga harus terus diperkuat melalui ritual keselamatan, penegakan aturan, dan papan skor keselamatan. Budaya aman membutuhkan keberanian untuk saling mengingatkan dan kedisiplinan untuk patuh pada standar.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan tausiyah, dialog manajemen bersama pegawai, serta buka puasa bersama. Momentum ini menjadi sarana penyelarasan nilai spiritual dan komitmen operasional dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Mengusung tema “Ramadan Menguatkan Etos, Safety Mengawal Kinerja”, Safari Ramadan tahun ini menekankan bahwa bulan suci bukan hanya momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga penguatan budaya keselamatan dan profesionalisme kerja.


















