Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, bersama Wakil Bupati Bener Meriah IH. Armia dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Safriadi, mengunjungi hunian sementara (huntara) di Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Aceh, pada Kamis (16/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi 89 keluarga yang tinggal di huntara tersebut.
Huntara ini dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Wonosobo, Wih Pesam. Rombongan Safrizal disambut oleh Reje (kepala desa) Wonosobo, Sugiman, di tengah hujan. Safrizal menanyakan kondisi para pengungsi, dan Sugiman menyampaikan bahwa mereka dalam keadaan sehat dan mendapatkan perhatian dari pihak desa. “Alhamdulillah. Saya acungi jempol atas etos kerja warga Bener Meriah. Mereka memang terkenal rajin, ramah, dan sabar,” ujar Safrizal sambil tersenyum.
Selanjutnya, Safrizal mengunjungi bilik-bilik huntara dan berbincang dengan Fatmawati, seorang perempuan berusia 66 tahun yang baru saja kehilangan suaminya. Dalam perbincangan tersebut, Safrizal bercanda menanyakan apakah Fatmawati mengenal Sukarno, yang dijawab dengan tawa oleh Fatmawati, “Saya yang jahit bendera merah putih.” Fatmawati mengucapkan terima kasih kepada Safrizal atas kunjungannya dan bantuan peralatan dapur yang diberikan.
Safrizal menjelaskan bahwa Aceh saat ini masih dalam masa transisi darurat. Setelah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan hunian tetap dan fasilitas publik lainnya akan dipercepat sesuai rencana induk yang telah disusun. Semua kepala keluarga yang menghuni huntara juga mendapatkan bantuan peralatan dapur. Safrizal memastikan lahan untuk pembangunan hunian tetap sudah siap.
Menurut data BPBD Bener Meriah, terdapat empat lokasi pembangunan hunian tetap komunal di kabupaten tersebut. Satu lokasi di Blang Rakal, Pintu Rime Gayo, akan dibangun di atas tanah hibah dari Dinas Pertanian Aceh, sementara tiga lokasi lainnya di atas tanah hibah dari Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar. Verifikasi tahap I menunjukkan ada 118 rumah rusak ringan, 84 rusak sedang, dan 807 rusak berat. Dari rumah rusak berat, 97 unit akan dibangun insitu, 617 unit relokasi mandiri, dan 93 unit relokasi terpusat. Tahap II verifikasi belum dilakukan, namun data yang masuk mencapai 522 unit.





















