Headline.co.id, Batang ~ Menjelang keberangkatan ke Embarkasi Donohudan Solo, petugas dari setiap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mulai mengangkut koper milik 951 calon jemaah haji di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, pada Kamis (23/4/2026). Kantor Kementerian Haji dan Umrah Batang sebelumnya telah mengingatkan agar jemaah hanya membawa barang-barang yang diperlukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Batang, Siti Mahmudah, menegaskan bahwa selain membawa barang yang diperlukan, jemaah juga dilarang membawa benda-benda berbahaya. Jika aturan ini dilanggar, petugas akan membongkar koper saat pemeriksaan. “Benda-benda seperti senjata tajam dan yang mudah meledak seperti powerbank serta benda berbentuk cair, tidak disarankan untuk dibawa. Untuk berat koper besar dibatasi 32 kilogram dan koper tenteng maksimal 7 kilogram,” jelasnya.
Setelah semua koper lengkap, barang-barang tersebut akan dikirim ke Embarkasi Donohudan sehari sebelum jemaah tiba di sana. Rencananya, calon jemaah haji kloter 15 akan diberangkatkan oleh Bupati Batang pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 9 pagi dari pendapa setempat. “Sedangkan kloter 16 diberangkatkan 26 April pukul 1 dini hari, kloter 17 pukul 5 pagi dari Pendapa Kabupaten Batang, dan kloter 18 pukul 8 pagi,” tambahnya.
Sekretaris KBIHU Qiblatain Subah, Muhammad Sujud, menyarankan agar berat koper 22 hingga 25 kilogram agar tetap nyaman dan lolos pemeriksaan. Ia tidak mempermasalahkan jika jemaah menambahkan tanda khusus pada koper agar mudah dikenali saat tiba di Tanah Suci. “Kadang ada yang menyematkan boneka, atau benda unik lainnya. Asalkan bukan benda elektrik dan mengganggu, tidak masalah,” tuturnya.
Barang-barang yang disarankan untuk dibawa adalah yang benar-benar dibutuhkan dan tidak berlebihan. “Kain ihram cukup bawa dua helai saja dan tidak perlu bawa banyak makanan karena selama di Tanah Suci, petugas telah menyiapkan katering dengan menu sesuai lidah Nusantara,” pungkasnya.
Jemaah juga tidak perlu khawatir mengenai air zam-zam karena sudah disiapkan dari Mekkah dan akan langsung diantar oleh petugas KBIHU setelah jemaah tiba di kediaman masing-masing. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)



















