Headline.co.id, Wakil Menteri Haji Dan Umrah Republik Indonesia ~ Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E., menyatakan bahwa pemimpin merupakan cerminan dari rakyatnya, dan sebaliknya. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks pentingnya refleksi untuk menilai apakah proses kenegaraan yang berjalan sudah sesuai dengan prinsip yang benar. Selain itu, Dahnil menekankan pentingnya keilmuan, terutama bagi mereka yang terlibat dalam pengambilan keputusan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dahnil saat memberikan kuliah umum Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM pada Minggu (22/2). Dalam kesempatan tersebut, Dahnil membahas topik “Bagaimana Al-Qur’an Memandu Kehidupan Bernegara?” Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat amanah atau bertanggung jawab. “Di era demokrasi, kita harus mampu menghadirkan pemimpin yang memegang amanah sepenuhnya, yang bisa dipercaya, dan memiliki integritas,” ujarnya.
Dahnil juga menyoroti tantangan integritas di era digital saat ini, di mana kebenaran dan kesalahan dapat dipengaruhi oleh algoritma. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kecerdasan literasi untuk memilah informasi yang beredar di media sosial. “Di tengah informasi yang sangat melimpah, kemampuan kita untuk menyaring informasi tersebut sangat diperlukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan bahwa ada empat esensi kehidupan bernegara menurut Al-Qur’an, yaitu keadilan, musyawarah, persatuan, dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa keadilan adalah elemen terpenting dalam kehidupan bernegara, karena akan selalu dibutuhkan. “Keadilan adalah diskursus yang tidak pernah selesai, tidak pernah tuntas sampai dengan akhir zaman,” tutupnya.





















