Headline.co.id, Blora ~ Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, Pasar Tradisional Sido Makmur di Blora mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan. Pada Minggu (22/2/2026), para pedagang bahan takjil seperti cincau hitam, kolang-kaling, dan cendol diserbu oleh pembeli yang mencari bahan untuk hidangan berbuka puasa.
Sumisah, seorang pedagang dari Kajangan, Blora, menyatakan bahwa ia harus meningkatkan stok dagangannya secara drastis untuk memenuhi permintaan yang melonjak. Biasanya, Sumisah hanya menyediakan 10 hingga 15 blek cincau hitam, namun kini ia menambah persediaannya menjadi 20 hingga 25 blek per hari. “Permintaan meningkat tajam, jadi saya harus menambah stok,” ujar Sumisah saat ditemui di lapaknya.
Selain cincau, kolang-kaling juga menjadi favorit pembeli. Meskipun berasal dari Medan, Sumisah mendapatkan pasokan secara rutin melalui distributor dari Kabupaten Boyolali. Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung pada takaran dan minat pelanggan. Cendol juga dijual dalam kemasan plastik dengan ukuran tertentu.
Para pembeli sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan bahan yang segar. Mereka berencana mengolah bahan-bahan tersebut menjadi kolak atau es campur, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk dibagikan sebagai takjil di masjid-masjid terdekat. “Kami datang pagi-pagi agar dapat bahan yang segar,” kata Sofi, salah satu pengunjung pasar.
Harti, seorang pembeli lainnya, menambahkan bahwa bulan Ramadan membawa berkah tersendiri, terutama bagi penjual bahan takjil, sehingga perputaran ekonomi meningkat. “Bulan Ramadan memang penuh berkah, terutama bagi kami para penjual,” ungkap Harti. (MC Kab. Blora/Teguh/eyv).





















