Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengimbau desa-desa untuk meningkatkan kapasitas dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya tren bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan pada wilayah perdesaan. “Yang menjadi menarik, 98,33 persen adalah bencana hidrometeorologi. Jadi, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, pembakaran hutan, dan kekeringan. Yang paling rentan dan paling kena risiko itu adalah desa,” ujar Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDT, Samsul Widodo, pada Kamis (19/2/2026).
Dirjen Samsul menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, total kejadian bencana mencapai 3.116, meningkat 121 persen dibandingkan tahun 2024. “Saya sampaikan, ini data yang kami sudah update kemarin bahwa total kejadian bencana itu 3.116 sepanjang 2025 meningkat 121 persen dibanding 2024. Dampak kerusakan itu cukup signifikan,” jelasnya. Menurutnya, desa menjadi pihak yang paling terdampak karena keterbatasan alternatif sumber penghidupan masyarakatnya.
Samsul menambahkan bahwa masyarakat desa tidak memiliki banyak pilihan ketika bencana melanda. “Saya selalu sampaikan, kalau kita orang Jakarta berdampak, kita masih punya tabungan atau apa. Tapi kalau orang desa, itu tidak bisa lagi. Artinya adalah bahwa dia satu-satunya sawah yang dia punyai, satu-satunya kebun yang dia punyai, satu-satunya ternak yang dia punyai sehingga dia tidak punya alternatif,” ungkapnya.
Ia mendorong agar peningkatan kapasitas mitigasi bencana di desa dilakukan secara sistematis, termasuk melalui pelatihan bagi kepala desa dan perangkatnya. Samsul juga menekankan pentingnya pemanfaatan Indeks Risiko Iklim Desa sebagai dasar kebijakan dan penganggaran agar tidak berhenti sebagai data semata. Dengan penguatan kapasitas, integrasi indeks risiko dalam kebijakan, serta pengarusutamaan isu perubahan iklim, Kemendes PDT berharap desa mampu meningkatkan ketahanan terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan.






















