Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalin kemitraan strategis dengan McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan kualitas guru, kepemimpinan sekolah, dan memperkuat sistem pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Kerja sama ini bertujuan untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap tantangan masa depan serta memperluas akses pengembangan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia.
Kemitraan ini didukung oleh hibah transformatif dari Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation (UEA) kepada McGill University, yang membentuk UAE–Indonesia Future Leaders Program. Program ini memobilisasi keahlian lintas disiplin, beasiswa, dan pertukaran pengetahuan untuk mendorong perubahan sosial serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, teknik, kesehatan, dan keberlanjutan.
Kerja sama ini didasarkan pada Memorandum Saling Pengertian (MSP) Kemendikdasmen dan McGill University yang ditandatangani pada 1 Desember 2025 di Jakarta. MSP ini menjadi kerangka kerja sama yang mencakup pengembangan kepemimpinan pendidikan, pendidikan guru dan pengembangan profesional berkelanjutan, inovasi kurikulum dan asesmen, riset dan evaluasi, serta pertukaran pengetahuan dan jejaring internasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi strategis yang berdampak jangka panjang bagi kemajuan pendidikan nasional. “Penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi yang berdampak besar dan berjangka panjang. Guru dan pemimpin sekolah yang berkualitas merupakan kunci daya ungkit perbaikan pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima , Sabtu (7/2/2026).
Dalam implementasinya, Universitas Indonesia turut menjadi mitra strategis utama. McGill University juga berperan sebagai penghubung terbentuknya jejaring kolaborasi baru perguruan tinggi Indonesia dan sejumlah universitas di UEA, seperti United Arab Emirates University, University of Sharjah, Khalifa University, dan Zayed University. Jejaring ini diharapkan dapat memperluas pertukaran praktik baik, riset bersama, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Program yang dirancang untuk jangka waktu lima tahun ini akan berfokus pada penguatan pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah, lain melalui program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) di Faculty of Education McGill. Sasaran utamanya mencakup widyaiswara, guru dalam jabatan, kepala sekolah, serta administrator pendidikan agar memiliki kompetensi kepemimpinan di kelas, sekolah, dan tata kelola pendidikan.
Selain sektor pendidikan, kolaborasi ini juga membuka ruang penguatan kapasitas nasional pada bidang strategis lain, termasuk kesehatan dan keberlanjutan. Dukungan yang diberikan mencakup fellowship, pendidikan lanjutan bagi guru, hibah riset, inisiatif berbagi pengetahuan, serta program pengembangan kepemimpinan. McGill juga membuka peluang bagi mahasiswa pascasarjana Indonesia untuk mengikuti pelatihan riset dan melaksanakan sebagian penelitian tesis di bawah supervisi profesor di universitas tersebut.
Mendikdasmen menekankan bahwa kemitraan internasional ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga pada pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional ke depan. “Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka jalur pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di masa depan,” tegasnya.
Kemendikdasmen memastikan bahwa MSP Kemendikdasmen–McGill berfungsi sebagai payung kerja sama strategis. Implementasi teknis selanjutnya akan dituangkan dalam pengaturan lanjutan antarunit yang ditunjuk, termasuk penetapan target keluaran, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme pendanaan dan administrasi.
Melalui penguatan diplomasi pendidikan ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat transformasi kualitas pembelajaran, memperkuat kepemimpinan pendidikan, serta memastikan manfaat peningkatan mutu dapat dirasakan lebih luas oleh peserta didik di seluruh Indonesia.



















