Headline.co.id, Bencana Tanah Longsor Melanda Kampung Tuwa ~ Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (23/1/26). Hujan deras dan angin kencang menjadi penyebab longsor yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga. Menanggapi kejadian ini, Polres Manggarai Timur bersama Pemerintah Daerah segera melakukan koordinasi dan peninjauan lokasi bencana.
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., menyatakan bahwa Polri hadir untuk memastikan keselamatan masyarakat dan membantu pencarian korban yang tertimbun material longsor. “Kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan bencana. Prioritas utama adalah pencarian korban yang masih tertimbun serta evakuasi warga ke tempat yang lebih aman,” ujar AKBP Haryanto.
Data sementara menunjukkan empat rumah warga tertimbun longsor dengan empat orang menjadi korban. Dua orang dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsor, sementara dua korban lainnya sempat dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa. Namun, satu korban bernama Albina Ria meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
Proses pencarian korban melibatkan personel Polres Manggarai Timur, Brimob Kompi B Pelopor Manggarai, Basarnas Manggarai Barat, BPBD, TNI-Polri, serta relawan dan masyarakat setempat. Namun, upaya pencarian sempat terkendala cuaca ekstrem, keterbatasan peralatan, serta kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi longsor susulan. “Demi keselamatan seluruh personel dan warga, pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan setelah alat berat tiba serta kondisi cuaca memungkinkan,” jelas Kapolres.
Sebagai langkah antisipasi, warga yang bermukim di sekitar lokasi longsor telah diungsikan ke tempat aman, sementara Kantor Desa Goreng Meni difungsikan sebagai posko tanggap darurat. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah NTT. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di wilayah rawan longsor, terutama saat hujan deras dan angin kencang. Keselamatan jiwa adalah yang utama, segera mengungsi ke tempat aman jika melihat tanda-tanda alam yang berbahaya,” tegas Kabidhumas.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan pencarian korban serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Pemerintah daerah dan Polri berkomitmen terus memberikan pendampingan dan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.












