Headline.co.id, Kubu Raya ~ Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasok komoditas strategis melalui Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto di Parit Baru, Dusun Karya I, Desa Jawa Tengah, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (8/1/2026).
Panen raya jagung ini dilaksanakan secara nasional dengan pusat kegiatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan diikuti secara daring oleh seluruh provinsi di Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, serta Dirut Bulog RI Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan bahwa pusat panen raya jagung di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Bengkayang. Lokasi di Kubu Raya dipilih sebagai titik terdekat agar Gubernur tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan, mengingat adanya agenda pembukaan Pro Liga. “Apabila terdapat interaksi dari pusat, kami akan melakukan relay langsung dengan lokasi panen raya jagung di Bengkayang,” jelas Kapolda.
Kapolda Kalbar juga mengungkapkan bahwa panen raya jagung di Bengkayang berhasil memecahkan Rekor MURI untuk kategori pemanenan dan pemipilan jagung secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak. “Rekor sebelumnya di Grobogan diikuti sekitar 1.200 petani, sementara di Bengkayang mencapai 1.750 petani. Pencatatan Rekor MURI meliputi panen jagung serentak serta pemipilan jagung serentak oleh petani bersama anggota Polres Bengkayang, dan tim MURI telah berada di lokasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapolda Kalbar mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif dengan menanam komoditas pertanian, khususnya jagung, mengingat kebutuhan jagung sebagai pakan ternak yang terus meningkat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan bahwa Kalbar telah mendapat kepercayaan dari Menteri Pertanian RI untuk pengembangan peternakan ayam pedaging dan ayam petelur yang akan dipusatkan di kawasan ekonomi Mandor, Kabupaten Landak, dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun. “Investasi ini nantinya juga akan memiliki cabang di kabupaten dan kota lainnya. Tentu pakan ternak akan membutuhkan jagung dalam jumlah besar, sehingga komoditas ini sangat penting untuk mendukung peternakan tersebut,” ujar Gubernur.
Gubernur menambahkan bahwa hasil peternakan ayam pedaging dan ayam petelur ke depan akan digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan gizi anak-anak. “Para petani tidak perlu khawatir menanam jagung, karena hasilnya akan digunakan dan dibeli untuk kebutuhan pakan ternak,” tegasnya.
Dalam sesi interaksi daring, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas upaya optimalisasi perluasan lahan tanam serta kolaborasi Polri dan petani, termasuk pencatatan Rekor MURI. Kapolri berharap pada tahun 2026 luas tanam jagung secara nasional dapat mencapai 1 juta hektare, serta mengajak seluruh masyarakat dan produsen untuk memanfaatkan sisa lahan yang ada agar Indonesia ke depan mampu memperkuat ekspor komoditas jagung. (MC Prov Kalbar/Sma)





















