Headline.co.id, Agam ~ Sumatera Barat — Pemakaman massal korban bencana alam di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berlangsung dalam suasana duka. Prosesi ini dipimpin oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, bersama unsur TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 253 orang, dengan 222 jenazah telah teridentifikasi, sementara 31 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menyatakan bahwa Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional dan humanis. “Hari ini kita hadir dalam suasana duka mendalam untuk melaksanakan pemakaman massal korban bencana alam di Palembayan. Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional, humanis, dan penuh penghormatan terhadap nilai kemanusiaan,” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta pada Rabu (7/1).
Dari total jenazah yang telah teridentifikasi, terdapat 110 laki-laki dan 112 perempuan. Sedangkan 31 jenazah yang masih dalam proses identifikasi terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, serta 5 bagian tubuh. Sebelumnya, pemakaman massal telah dilakukan terhadap 10 jenazah di TPU Agam, dengan 4 di antaranya telah teridentifikasi. Pada hari ini, pemakaman massal kembali dilaksanakan terhadap 6 jenazah, terdiri dari 4 perempuan, 1 laki-laki, dan 1 bagian tubuh, yang ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.
Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan upaya identifikasi jenazah serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban. “Kami bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan dimakamkan secara layak, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Selain penanganan korban jiwa, dampak bencana juga dirasakan oleh kalangan pelajar. Berdasarkan data posko di Kecamatan Palembayan, tercatat 104 pelajar terdampak bencana, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, yang tersebar di tiga posko pengungsian, yakni SDN 05 Kayu Pasak SBB, Padang Koto Gadang, dan Nagari Salareh Aia Timur.
Kapolda Sumbar turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan bencana ini kepada petugas di lapangan. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara terbuka,” imbau Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.
Di akhir pernyataannya, Kapolda Sumbar menyampaikan duka cita mendalam atas nama negara dan institusi Polri kepada seluruh keluarga korban. “Atas nama negara dan Polri, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.





















