Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah pusat terus mengakselerasi perbaikan infrastruktur pendidikan sebagai bagian dari agenda prioritas nasional. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan pada periode 2025–2026 bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kelayakan sekolah, serta mendorong efisiensi anggaran dan partisipasi masyarakat, seperti yang terlihat di Kabupaten Demak dan Jepara, Jawa Tengah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi di SD Negeri Wonorejo 2, Kabupaten Demak, dan SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, pada awal semester genap tahun ajaran 2025/2026. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang menyasar sekolah-sekolah terdampak bencana dan yang memiliki keterbatasan sarana prasarana.
Menurut Mendikdasmen, program revitalisasi ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh satuan pendidikan berada dalam kondisi aman dan layak. “Sekolah yang rusak berpotensi menghambat proses belajar dan membahayakan peserta didik. Karena itu, perbaikan fisik sekolah menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis yang diterima , Rabu (7/1/2026).
Selain memperbaiki bangunan, pola pelaksanaan revitalisasi melalui swakelola sekolah juga memberi dampak ekonomi. Kegiatan pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal dan memanfaatkan material dari lingkungan sekitar, sehingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat penyelesaian pekerjaan secara efisien.
Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan dana awal APBN sebesar Rp14 triliun untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu sekolah. Cakupan ini direncanakan terus diperluas hingga menjangkau sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, sejalan dengan target pemerataan layanan pendidikan.
Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah penerima manfaat signifikan. Sepanjang program berjalan, sebanyak 110 satuan pendidikan direvitalisasi dengan total anggaran Rp76 miliar, mencakup PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan PKBM. Salah satunya adalah SD Negeri Wonorejo 2 Demak yang memperoleh dukungan anggaran lebih dari Rp2,2 miliar.
Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa pemerintah daerah secara aktif mengusulkan titik-titik sekolah yang membutuhkan perbaikan. “Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman dan layak, terutama di wilayah rawan banjir,” paparnya.
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri Wonorejo 2 Demak, Ronsi, menjelaskan bahwa dana revitalisasi dimanfaatkan untuk rehabilitasi 12 ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, UKS, ruang teknologi informasi, serta pembangunan dan perbaikan fasilitas sanitasi. Perbaikan ini dinilai berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.
Program revitalisasi juga menjangkau Kabupaten Jepara dengan total 120 satuan pendidikan penerima manfaat dan dukungan anggaran lebih dari Rp92 miliar. Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai program ini sangat membantu daerah karena menyasar sekolah negeri dan swasta lintas jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP.
Salah satu praktik baik ditunjukkan oleh SMP Negeri 1 Tahunan Jepara. Kepala sekolah, Adi Sasono, mengungkapkan bahwa bantuan revitalisasi sebesar Rp720 juta yang semula dialokasikan untuk empat ruang kelas berhasil dioptimalkan melalui efisiensi pelaksanaan. Hasilnya, sekolah mampu mengembangkan empat ruang kelas menjadi lima ruang kelas, sekaligus memanfaatkan sisa material untuk perbaikan fasilitas ibadah sekolah.
Dampak revitalisasi dirasakan langsung oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Guru SMP Negeri 1 Tahunan, Nur Huda, menyebut kondisi bangunan yang sebelumnya sering bocor kini telah aman dan nyaman. Sementara itu, siswa SD Negeri Wonorejo 2 Demak mengaku lebih bersemangat mengikuti pembelajaran karena ruang kelas yang lebih baik.
Tidak hanya pembangunan fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyalurkan bantuan perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) serta menyelenggarakan pelatihan guru. Pelatihan tersebut mencakup pembelajaran mendalam, penguatan kecakapan abad ke-21, hingga pengenalan coding dan kecerdasan buatan sebagai mata pelajaran pilihan.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sebagai fondasi mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia.




















