Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo berupaya mempercepat realisasi investasi dan meningkatkan iklim usaha daerah melalui konsultasi intensif dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, Kamis (30/7/2026). Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional yang mencakup percepatan hilirisasi, penguatan kemitraan UMKM, serta penataan regulasi perizinan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Gorontalo, Sri Wahyuni D. Matona, menegaskan bahwa koordinasi ini menjadi landasan penting dalam merumuskan langkah taktis untuk mendorong modal di daerah. “Koordinasi ini menjadi landasan krusial dalam merumuskan langkah taktis dorongan modal di daerah,” ujar Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni memimpin delegasi Gorontalo yang diterima oleh Kepala Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat Rr Sri Moertiningroem bersama Direktur Wilayah V Ady Soegiharto. Dalam pertemuan tersebut, rombongan bertemu dengan Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rudy Salahuddin untuk memperkuat koordinasi terkait langkah-langkah percepatan peningkatan investasi di Provinsi Gorontalo.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyampaikan berbagai tantangan investasi daerah sekaligus memperoleh arahan kebijakan yang selaras dengan agenda nasional peningkatan investasi dan hilirisasi. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memaparkan perkembangan realisasi investasi Provinsi Gorontalo sebagai bahan evaluasi dan penyusunan strategi ke depan.
Materi yang disampaikan mencakup perkembangan investasi daerah selama periode 2021-2025, capaian Semester I Tahun 2026, komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sektor-sektor unggulan penyumbang investasi, serta distribusi investasi pada masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
















