Pengertian Iftar Ramadhan adalah? Lengkap Dengan Sunnah, Keutamaan, serta Tradisi ~ Headline.co.id (Jakarta). Setiap muslim pasti tahu bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap hari umat Islam menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Salah satu momen yang paling dinanti setiap hari adalah iftar ramadhan, yakni waktu berbuka puasa yang tidak hanya menjadi penanda berakhirnya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan saat untuk mempererat tali silaturahmi, berdoa, dan mengisi kembali energi untuk melanjutkan ibadah.
Baca juga: Niat dan Doa Puasa Ganti Ramadhan Lengkap Arti, dan Penjelasan Lengkap
Apa itu Iftar?
Dikutip Headline Media dari baznas.go.id pada Minggu (9/3), Iftar berasal dari bahasa Arab, iftar (إفطار) yang berarti “berbuka puasa”. Secara istilah, iftar adalah waktu di mana umat Islam mengakhiri puasa mereka setiap hari pada bulan Ramadhan. Momen ini dimulai tepat saat matahari terbenam, yang biasanya diiringi dengan azan Maghrib sebagai penanda waktu berbuka.
Sunnah dan Keutamaan Iftar
Dikutip dari detik.com, Iftar memiliki sejumlah sunnah dan keutamaan yang dijadikan pedoman oleh umat Islam. Beberapa di antaranya adalah:
- Menyegerakan Berbuka: Rasulullah SAW menganjurkan agar umatnya menyegerakan berbuka puasa segera setelah waktu Maghrib tiba. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memulai iftar tanpa menunda-nunda.
- Berbuka dengan Kurma atau Air: Rasulullah SAW juga menyarankan untuk berbuka puasa dengan kurma atau air, yang tidak hanya merupakan sunnah tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Kurma mengandung gula alami yang membantu memulihkan energi, sementara air berperan untuk menghidrasi tubuh.
- Berdoa Saat Berbuka: Waktu iftar merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa pada saat ini sebagai bentuk syukur dan harapan agar segala doa diterima oleh Allah SWT.
- Memberi Makan Orang yang Berpuasa: Memberi makan bagi yang sedang berpuasa juga merupakan amalan mulia. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).
Baca juga: Tradisi Nyekar Menjelang Ramadhan: Bolehkah Mencabut Rumput di Makam?
Dasar Hukum dan Sumber Ibadah Iftar
Iftar sebagai bagian dari ibadah puasa berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadits. Dalil-dalil mengenai kewajiban puasa terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, sedangkan petunjuk tentang sunnah berbuka dan anjuran berbuat kebajikan di waktu iftar banyak dijelaskan dalam hadits-hadits shahih seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi.
Tradisi Iftar di Indonesia
Di Indonesia, iftar bukan hanya menjadi momen pribadi untuk berbuka puasa, tetapi juga perayaan kebersamaan. Berbagai tradisi iftar yang kental di masyarakat antara lain:
- Buka Puasa Bersama: Banyak keluarga, komunitas, dan bahkan instansi pemerintah mengadakan acara buka puasa bersama. Tradisi ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama.
- Takjil Gratis di Masjid: Seiring dengan semangat kebersamaan, banyak masjid di Indonesia menyediakan takjil gratis untuk jamaah yang datang berbuka puasa. Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat luas.
Baca juga: Memahami Hibah dalam Islam: Konsep, Syarat, dan Aturan Hukumnya
Makanan dan Minuman Khas Iftar
Iftar di Indonesia selalu identik dengan beragam sajian lezat yang menggugah selera, antara lain:
- Takjil: Berbagai macam makanan ringan dan minuman manis, seperti kolak, es buah, kurma, dan kue tradisional yang biasanya disajikan sebagai pembuka puasa.
- Makanan Berat: Menu berbuka puasa juga kerap dilengkapi dengan hidangan utama seperti nasi, lauk pauk, sayuran, serta hidangan khas daerah yang menggambarkan keanekaragaman kuliner Indonesia.
- Minuman: Teh manis, es teh, serta berbagai jenis jus segar juga menjadi pilihan minuman yang menyegarkan setelah seharian berpuasa.
Baca juga: Text Khutbah Jumat Tema Ikhlas Jadi Kunci Kesempurnaan Puasa
Kesimpulan
Iftar Ramadhan adalah momen penuh berkah yang lebih dari sekadar waktu untuk mengakhiri puasa. Momen ini menjadi waktu untuk menyegerakan berbuka, memperbanyak doa, dan berbagi kebaikan dengan sesama. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah iftar, umat Islam tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga menguatkan tali silaturahmi dan memperkokoh keimanan.
Semoga dengan menjalankan ibadah iftar sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits, kita semua dapat meraih keberkahan, ketenangan batin, dan keberhasilan dalam kehidupan dunia serta akhirat.
Baca juga: Hukum Mengorek Kuping dengan Cotton Bud di Siang Hari Ramadhan: Tinjauan Fikih dan Dasar Hukumnya




















