Headline.co.id, Palembang ~ Gerakan Pramuka Sumatra Selatan (Sumsel) akan memprioritaskan penguatan pelatihan pembina dan keterlibatan anggota dalam kesiapsiagaan bencana. Arahan itu disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumsel 2026 di Aula Bumi Perkemahan Gandus, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (6/11/2026). Penguatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan organisasi sekaligus memperkuat peran Pramuka dalam pendidikan karakter generasi muda. Musda yang berlangsung pada 5–7 November 2026 itu diikuti 85 peserta dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sumsel.
Herman Deru mengatakan Gerakan Pramuka tidak hanya berperan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter melalui kedisiplinan, gotong royong, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pramuka bukan sekadar seremoni. Di dalamnya ada pendidikan karakter, gotong royong, dan kesiapsiagaan bencana. Penggemblengan ini tidak bisa berjalan autopilot. Karena itu, pemantapan para pembina melalui Training of Trainers (TOT) menjadi prioritas agar ilmu kepramukaan dapat terus ditularkan,” ujar Herman Deru.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelatihan pembina menjadi prioritas Pramuka Sumsel
Gubernur meminta kepengurusan Gerakan Pramuka Sumsel mendatang meningkatkan kapasitas pembina melalui pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia juga mendorong anggota Pramuka terlibat secara aktif dan terorganisasi dalam kesiapsiagaan bencana.
Menurut Herman Deru, penguatan kapasitas pembina penting agar pengetahuan dan keterampilan kepramukaan dapat diteruskan kepada anggota. Karena itu, ia mengharapkan dukungan Kwartir Nasional (Kwarnas) untuk memperluas kesempatan pelatihan bagi para pembina di Sumsel.
“Kepada Pak Sekjen kita mohon porsi khusus pelatihan bagi pembina Sumsel, baik pelaksanaan di Cibubur maupun mendatangkan pelatih ke sini,” pintanya.
Selain penguatan pelatihan, Herman Deru meminta Kwarda dan Kwarcab kembali menggalakkan pemasangan papan nama Gugus Depan (Gudep) di sekolah-sekolah. Langkah itu dinilai dapat memperkuat identitas sekaligus aktivitas kepramukaan di lingkungan pendidikan.
Ia juga mendorong pemanfaatan Taman Pramuka melalui kegiatan berkala, termasuk pertemuan setiap tiga bulan. Pengembangan sarana anjungan kabupaten dan kota di kawasan tersebut juga diharapkan dapat dilakukan melalui kerja sama tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Musda bahas rencana strategis dan kepengurusan baru
Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka, Bachtiar Utomo, mengapresiasi dukungan Herman Deru selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) terhadap pengembangan Gerakan Pramuka di Sumsel.
Bachtiar menyebut Musda sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya dan merumuskan langkah pembinaan yang sesuai dengan tantangan zaman. Ia menekankan agar program organisasi tidak berhenti pada tingkat struktur, tetapi memberikan dampak langsung hingga Gugus Depan.
“Musda ini forum strategis untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah pembinaan yang relevan dengan tantangan zaman. Gerakan Pramuka adalah garda terdepan pendidikan karakter non-formal. Kita harus memastikan seluruh program berdampak langsung hingga tingkat Gugus Depan dan menciptakan pengalaman belajar yang aman, inklusif, serta menarik bagi peserta didik,” tegas Bachtiar.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel, Riza Fahlevi, melaporkan Musda diikuti 85 peserta dari 17 Kwarcab se-Sumsel. Agenda forum tersebut mencakup evaluasi kepengurusan sebelumnya, penyusunan rencana strategis organisasi, serta pemilihan Ketua Kwarda untuk masa bakti 2026–2030.
Musda menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk menentukan arah pembinaan Gerakan Pramuka Sumsel pada periode berikutnya. Selain membahas program kerja, forum tersebut juga menjadi ruang untuk memilih kepengurusan yang akan memimpin Kwarda Sumsel selama masa bakti 2026–2030.
Dukungan hibah dan capaian Kwarda Sumsel
Riza menyampaikan, dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui dana hibah telah membantu pengembangan kegiatan serta sarana kepramukaan. Dukungan tersebut, menurut dia, turut menopang kegiatan organisasi dan pemanfaatan fasilitas Pramuka di Sumsel.
“Berkat perhatian Pak Gubernur, Bumi Perkemahan Gandus kini menjadi Buper terbaik kedua di Indonesia setelah Cibubur. Kwarda Sumsel juga berhasil meraih predikat Kwarda Tergiat se-Sumatra dan salah satu Kwarda terbaik se-Indonesia. Hampir seluruh Gugus Depan di sekolah-sekolah telah terakreditasi dan aktif menjadi mitra pemerintah, salah satunya mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),” jelas Riza.
Melalui Musda 2026, Gerakan Pramuka Sumsel diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memperluas kontribusi anggota dalam pendidikan karakter dan kesiapsiagaan bencana. Agenda tersebut menjadi dasar bagi kepengurusan mendatang untuk melanjutkan pengembangan kegiatan, pelatihan pembina, serta keterlibatan Pramuka dalam mendukung program pemerintah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















