Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia dan Jepang membahas perluasan peluang kuliah di Jepang bagi mahasiswa Indonesia dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (2/11/2026). Pembahasan tersebut mencakup akses informasi program studi berbahasa Inggris, program gelar bersama, serta kesempatan studi doktoral di universitas Jepang. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kemitraan pendidikan, sains, dan teknologi melalui peningkatan mobilitas mahasiswa, kolaborasi perguruan tinggi, dan penelitian lintas negara.
Dalam pertemuan itu, Brian menyoroti peluang meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi di Jepang. Perluasan informasi mengenai program studi yang menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu langkah yang dibahas agar calon mahasiswa Indonesia memiliki lebih banyak pilihan.
Akses Kuliah di Jepang dan Skema Gelar Bersama
Pembahasan mengenai kuliah di Jepang tidak hanya berkaitan dengan akses informasi pendidikan, tetapi juga peluang pengembangan program akademik bersama. Indonesia dan Jepang membicarakan kemungkinan penerapan joint degree atau gelar bersama serta program doktoral di universitas Jepang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Program tersebut dinilai dapat membuka ruang kolaborasi antarperguruan tinggi dan memperkuat hubungan akademik kedua negara. Melalui skema itu, mahasiswa dan institusi pendidikan tinggi berpeluang terlibat dalam kegiatan akademik serta jejaring penelitian lintas negara.
Namun, rencana peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Jepang masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Hal yang masih perlu dibicarakan mencakup skema pendanaan dan mekanisme pelaksanaan program.
Perluasan pendidikan internasional diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas mahasiswa. Pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, serta jejaring penelitian juga diharapkan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Indonesia-Jepang Telah Adopsi 26 Proyek SATREPS
Selain peluang pendidikan tinggi, kerja sama riset menjadi bagian penting dalam pertemuan Brian dan Ueno. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang telah mengadopsi 26 proyek melalui program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS).
SATREPS menjadi salah satu landasan kolaborasi penelitian Indonesia dan Jepang. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas sains dan teknologi sekaligus mengembangkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan itu juga menyinggung peluang kerja sama di bidang sumber daya mineral yang melibatkan mitra Jepang. Bidang tersebut membuka ruang bagi perguruan tinggi dan lembaga riset untuk berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan serta teknologi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Penguatan riset bersama diharapkan membuat kerja sama internasional tidak berhenti pada pertukaran akademisi. Hasil penelitian juga diarahkan agar dapat melahirkan inovasi yang dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat.
Peran Perguruan Tinggi dan Industri dalam Pengembangan Teknologi
Pengembangan teknologi dan keterlibatan industri turut menjadi perhatian Kemdiktisaintek. Sebelumnya, pada 27 Oktober 2026, kementerian tersebut bertemu dengan Kikuo Kishimoto, Direktur Eksekutif Technology and Innovation Strategy Center (TSC) pada New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).
Dalam kerja sama tersebut, perguruan tinggi dan lembaga riset berpotensi berperan dalam pengembangan serta pengujian teknologi bersama mitra industri. Pendekatan ini diarahkan untuk mempertemukan kapasitas riset dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan masyarakat.
Kolaborasi akademisi, lembaga riset, dan industri juga dapat memperkuat pemanfaatan hasil penelitian. Proses tersebut mencakup pengembangan teknologi hingga pengujian penerapannya bersama mitra terkait.
Kemitraan Indonesia-Jepang di bidang pendidikan, sains, dan teknologi diharapkan terus berkembang melalui mobilitas mahasiswa dan akademisi, program pendidikan kolaboratif, serta penelitian bersama. Upaya itu sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu memastikan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















