Headline.co.id, Maluku Tenggara ~ Tujuh ohoi atau desa di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, menerima Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 dengan dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp37 miliar. Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu ditujukan untuk memperkuat produktivitas dan perekonomian masyarakat pesisir melalui pembangunan fasilitas perikanan serta penyediaan 70 unit kapal penangkap ikan. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di Ohoi Danar Sare, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kamis (5/11/2026). Dukungan tersebut diberikan setelah tujuh lokasi dinyatakan memenuhi persyaratan teknis melalui proses pengusulan, identifikasi, survei, dan verifikasi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, Ruslan Ingratubun, mengatakan tujuh ohoi penerima KNMP meliputi Watuar, Sather, Tamangil Nuhuyanan, Hoor Kristen, Dunwahan, Namar, dan Danar Sare.
Proses Penetapan Tujuh Ohoi Penerima KNMP
Ruslan menjelaskan, Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara mengusulkan sembilan lokasi sejak 2025 hingga 2026. Usulan tersebut berasal dari pemerintah ohoi dan dilengkapi proposal serta persyaratan administrasi dan teknis.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Proses pengusulan turut mendapat dukungan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun melalui koordinasi dengan KKP. Selanjutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah ohoi melakukan penilaian serta koordinasi untuk menentukan lokasi yang memenuhi kriteria.
Berdasarkan proses tersebut, tujuh lokasi ditetapkan sebagai penerima KNMP Tahun 2026 melalui keputusan Kepala Satuan Tugas KKP. Pembangunan di seluruh lokasi direncanakan menggunakan standar fasilitas yang sama untuk mendukung kegiatan penangkapan, penyimpanan, dan pemasaran hasil perikanan.
Fasilitas Perikanan dan 70 Kapal Penangkap Ikan
Fasilitas yang disiapkan dalam program KNMP meliputi dermaga atau jembatan perahu nelayan, ruang penyimpanan dingin atau cold storage, pabrik es, serta kios perbekalan.
Masing-masing ohoi juga direncanakan memperoleh 10 unit kapal penangkap ikan berukuran di bawah 5 gross tonnage (GT). Dengan tujuh ohoi penerima, jumlah kapal yang disiapkan mencapai 70 unit.
Menurut Ruslan, fasilitas penyimpanan dingin dan pabrik es diharapkan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan. Fasilitas tersebut juga dapat mendukung nelayan dalam mengatur waktu penjualan serta memperluas akses pemasaran.
Dukungan itu diarahkan untuk memperkuat rantai usaha perikanan, mulai dari proses penangkapan, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran hasil laut.
Ruslan menyampaikan bahwa KNMP merupakan bagian dari kebijakan strategis KKP yang dikaitkan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan nasional melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan kewirausahaan, dan pembangunan infrastruktur.
Peran Koperasi dan Rencana Pengembangan 2027
Dalam pengelolaan kawasan KNMP, Koperasi Desa Merah Putih di setiap ohoi diharapkan berperan dalam penyediaan kebutuhan melaut, pengelolaan hasil tangkapan, serta penguatan akses pasar.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga merencanakan pengembangan program pada 2027. Rencana itu ditempuh melalui usulan peningkatan status tujuh ohoi menjadi KNMP Penyangga Plus dan KNMP Inti.
Pengembangan tersebut mencakup penambahan fasilitas pendukung, lain ABS dan bengkel nelayan. Fasilitas itu direncanakan untuk menunjang kegiatan operasional serta meningkatkan produktivitas usaha perikanan.
Kendala Teknis Pembangunan KNMP
Ruslan mengakui persiapan pembangunan sempat menghadapi kendala teknis, terutama terkait ketersediaan lahan dan akses jalan menuju lokasi.
Kendala tersebut kemudian ditangani melalui koordinasi pemerintah daerah, camat, kepala ohoi, dan pihak terkait. Setelah itu, pembangunan KNMP di tujuh ohoi mulai dilaksanakan.
“Kami berharap pembangunan di tujuh ohoi ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para nelayan,” ujar Ruslan.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















