Headline.co.id, Gorontalo ~ Provinsi Gorontalo dijadikan daerah percontohan nasional dalam penerapan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. Penetapan itu disampaikan saat Rakorda Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen RBI di Gedung Azalea Convention Center, Kota Gorontalo, Selasa (3/11/2026). Program tersebut didorong untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa, terutama perlindungan keluarga dan anak.
Dalam penerapannya, RBI melibatkan perangkat desa, dinas terkait, serta partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi itu diarahkan untuk membentengi keluarga dan anak dari berbagai ancaman sosial, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pergeseran pola asuh pada era digital.
Gorontalo Jadi Percontohan Penerapan RBI
Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya gerakan bersama melalui RBI untuk menangani persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Menurut dia, penyelesaian masalah tidak dapat hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ruang Bersama Indonesia dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang menghubungkan pemangku kepentingan di tingkat desa hingga kabupaten/kota. Melalui program ini, pemerintah dan masyarakat didorong untuk bersama-sama mencari penyelesaian atas persoalan yang dihadapi keluarga serta anak.
Penerapan RBI di Gorontalo menjadi perhatian dalam agenda rakorda dan penandatanganan komitmen tersebut. Provinsi ini kemudian diposisikan sebagai best practice atau daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan program Ruang Bersama Indonesia.
Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga
Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun pagar fisik yang tinggi.
Perlindungan tersebut, menurut Arifatul, perlu diperkuat melalui penanaman fondasi nilai-nilai agama dan budi pekerti di dalam keluarga. Fondasi itu dinilai penting untuk membentengi anak dari berbagai ancaman sosial, termasuk dampak perubahan pola asuh pada era digital.
Karena itu, keterlibatan keluarga, pemerintah, perangkat desa, dinas terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan RBI. Setiap unsur diharapkan dapat bersinergi dalam mencegah kekerasan serta menangani persoalan keluarga dan anak di lingkungan masing-masing.
Posyandu Bertransformasi Berdasarkan Permen Nomor 13 Tahun 2024
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa Posyandu di daerahnya kini telah mengalami transformasi berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2024. Posyandu tidak lagi hanya dipahami sebagai wadah pelayanan kesehatan.
Menurut Gusnar, Posyandu telah menjadi satu kesatuan terpadu yang melibatkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Perubahan itu membuat cakupan peran Posyandu menjadi lebih luas dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja lintas sektor di Gorontalo. Posyandu tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, tetapi juga melibatkan berbagai bidang SPM dan OPD yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Penurunan Stunting Jadi Fokus Posyandu
Gusnar memaparkan, fokus utama kinerja jajaran Posyandu di Gorontalo saat ini adalah mengakselerasi penurunan angka stunting. Fokus itu menjadi salah satu agenda yang ditekankan dalam pelaksanaan kerja Posyandu di daerah tersebut.
Dengan penerapan RBI dan transformasi Posyandu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan berbagai unsur untuk menangani persoalan masyarakat secara terpadu. Kolaborasi itu mencakup pemangku kepentingan di tingkat desa hingga kabupaten/kota, perangkat daerah, serta masyarakat.
Rakorda Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo dan penandatanganan komitmen RBI di Gedung Azalea Convention Center menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Melalui sinergi antarpihak, Gorontalo diarahkan menjadi percontohan nasional dalam penerapan Ruang Bersama Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















