Headline.co.id, Gorontalo ~ Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, melantik Pimpinan Wilayah Muslimat NU Provinsi Gorontalo masa khidmat 2026–2031 di aula UIN Sultan Amai, Selasa (3/11/2026). Dalam pelantikan tersebut, Arifatul meminta Muslimat NU Gorontalo memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan keluarga, pola asuh, serta pendampingan di tengah masyarakat. Pesan itu disampaikan karena perempuan dan anak menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekerasan seksual, pengaruh media sosial, dan pernikahan usia anak. Arifatul mendorong pengurus menjalankan peran tersebut melalui kegiatan organisasi, seperti majelis taklim dan pengajian.
Muslimat NU Gorontalo Diminta Aktif Lindungi Perempuan dan Anak
Arifatul mengatakan, Muslimat NU memiliki posisi strategis dalam menjaga perempuan dan anak. Menurut dia, peran tersebut dapat diperkuat melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat dan keluarga.
Pengurus PW Muslimat NU Gorontalo yang baru dilantik diharapkan menjadikan majelis taklim dan pengajian sebagai ruang untuk menyampaikan pesan perlindungan perempuan dan anak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Lewat majelis taklim, lewat pengajian, jaga anak-anak kita, jaga perempuan-perempuan kita,” tegas Arifatul.
Ia menilai perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sejumlah persoalan yang disorot meliputi kekerasan seksual, pola asuh di dalam keluarga, penggunaan media sosial, hingga pernikahan usia anak.
Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan lingkungan di luar rumah. Pola asuh dan hubungan orang tua serta anak juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah anak menghadapi pengaruh negatif.
Komunikasi Orang Tua dan Anak Perlu Diperkuat
Dalam pesannya, Arifatul menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka orang tua dan anak. Kedekatan emosional dinilai dapat membuat anak merasa nyaman ketika menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Komunikasi yang terbuka juga diperlukan agar orang tua dapat memahami kondisi anak dan membantu mereka menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan maupun ruang digital.
Menurut Arifatul, perlindungan anak tidak cukup dilakukan melalui pengawasan secara fisik. Upaya tersebut harus disertai penanaman nilai agama, budi pekerti, dan akhlak sejak dini.
“Benteng untuk anak-anak kita saat ini adalah benteng yang tertanam di dalam hati anak-anak kita. Apa? Nilai-nilai agama, budi pekerti, dan akhlaqul karimah,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan anak. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi anak dalam menghadapi persoalan di lingkungan sekitar dan penggunaan ruang digital.
Ketahanan Pangan Berbasis Pekarangan
Selain menguatkan perlindungan perempuan dan anak, Arifatul mengajak Muslimat NU Gorontalo memperkuat ketahanan pangan berbasis pekarangan rumah.
Menurut dia, pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung kemandirian keluarga. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penguatan peran organisasi dalam memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Arifatul berharap pengurus PW Muslimat NU Gorontalo menjalankan amanah organisasi dengan ikhlas. Ia juga mendorong agar manfaat kegiatan Muslimat NU dapat diperluas, terutama dalam penguatan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta kemandirian keluarga.
Pelantikan PW Muslimat NU Provinsi Gorontalo masa khidmat 2026–2031 berlangsung di aula UIN Sultan Amai, Kota Gorontalo. Dalam kesempatan itu, Arifatul menitipkan pesan agar pengurus baru mengambil peran aktif melalui kegiatan organisasi dan pendampingan di lingkungan masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















